Berita

TELUK BENOA/NET

Pemerintah Galang Usulan Soal Reklamasi Teluk Benoa

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014 | 21:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pro dan kontra mewarnai rencana reklamasi Teluk Benoa, Bali. Banyak pihak mendukung karena berfikir reklamasi bisa mensejahterakan masyarakat Bali dan dunia pariwisata unggulan di sana. Namun sebagian justru berfikir sebaliknya.

Untuk itu, pemerintah meminta semua pihak baik yang mendukung dan menolak untuk memberikan masukan. Nantinya masukan tersebut akan dikaji untuk menjadi bagian dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), yang menjadi syarat utama dalam reklamasi.

Begitu kata Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 14/9).


Dijelaskannya bahwa di banyak negara reklamasi yang dilakukan justru memberikan dampak besar yang bermanfaat, baik bagi lingkungan, hinggal sosial ekonomi masyarakat. Contohnya Singapura. Sepertiga wilayah negara ini merupakan reklamasi. Namun, kondisi lingkungan dan masyarakatnya, lebih baik dibandingkan Indonesia. Begitu pula dengan Bandara di Hongkong dan Tokyo, yang merupakan produk dari reklamasi.

"Reklamasi itu dilakukan di mana-mana, di banyak negara, banyak tempat, bahkan Bali sendiri dan manfaatnya besar," katanya.

Maka dari itu, Ari meminta meminta semua pihak untuk tidak berprasangka terlebih dahulu, sebelum menyampaikan usulan yang diinginkannya. Karena pemerintah segera akan membuat kajian, setelah masukan diberikan oleh pihak-pihak terkait dalam sebuah Amdal yang harus dijalankan. Agar nantinya semua keinginan masyarakat Bali bisa diakomodir dalam proyek tersebut.

"Intinya adalah kegiatan ini punya potensi positif dan negatif. Yang ingin saya lakukan mengajak semuanya, jangan berprasangka buruk atau baik. Kita gunakan saja, instrumen yang ada amdal. Sampaikan usulan dulu. Yang kemudian jadi bagian kajian yang bisa diperiksa bersama-sama. Bukan tidak datang saat dilakukan konsultasi publik seperti saat ini," tambahnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya