Berita

JOKOWI/NET

Politik

Tim Transisi Kantongi 22 Usulan Program

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014 | 04:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kinerja Tim Transisi bentukan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mendekati deadline. Pasalnya, Senin (15/9) besok merupakan batas akhir bagi Tim Transisi dan 22 kelompok kerja (pokja) untuk menyerahkan naskah usulan program dalam mempercepat masa peralihan pemerintahan.

Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto menuturkan bahwa sebagian besar pokja masih dikarantina di Bogor untuk mematangkan semua usulan dari berbagai bidang. Seperti energi, pertahanan dan keamanan, luar negeri, intelijen, infrastruktur, hingga kebudayaan.

"Total jumlah usulan mencapai 22 bidang. Sama seperti jumlah pokja," katanya kepada wartawan Sabtu (13/9).


Dia mengatakan, kajian teknis dan substansi dalam usulan program itu telah selesai. Tapi, Jokowi meminta Tim Transisi untuk menganalisa proses bisnisnya. Misalnya, lingkaran perencanaan, penganggaran, implementasi, evaluasi, dan pertanggungjawaban program pemerintah.

"Itu semua untuk mengenali apakah masih ada tumpang tindih dalam program yang diusulkan tim ini. Kami tentu harus lebih detail dalam memelototi program-program tersebut," lanjutnya.

Dengan proses bisnis tersebut dapat diketahui apakah masih ada program yang bisa dirampingkan atau perlu penguatan tertentu. Hal tersebut yang kini menjadi konsentrasi Tim Transisi dan pokja.  

Setelah menyerahkan naskah pada presiden terpilih, akan ada pertemuan antara Jokowi-JK dengan Tim Transisi untuk menyusun langkah-langkah selanjutnya.

"Di situ tugas Tim Transisi dan pokja bisa dibilang selesai," ujarnya.

Pasca 15 September, lanjut dia, akan ada dua periode dengan tugas yang berbeda untuk  Tim Transisi. Periode pertama pada 15 September hingga 30 September yang dijadwalkan menjadi masa revisi. Kalau Jokowi-JK menilai masih perlu perbaikan, akan dilakukan. Sedang periode kedua, dari 1 Oktober hingga 20 Oktober atau tepat saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, tim transisi yang bertugas hanya tinggal kepala staf  dan empat deputinya.

"Periode ini untuk berjaga-jaga kalau ada tugas tertentu," ungkapnya seperti dikutip JPNN. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya