Berita

net

Politik

Kemendagri: Seharusnya Otonomi Daerah Mempercepat Kesejahteraan Rakyat

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 13:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kalau RUU Pilkada tidak disetujui pada tahun ini juga, maka penyelenggaraan Pilkada di tahun 2015 akan tidak jelas dasar hukumnya.

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri, Dodi Riatmadji, mengatakan, sikap pemerintah saat ini mengikuti saja pandangan fraksi-fraksi di DPR terkait RUU Pilkada agar Pilkada 2015 berjalan sebaiknya. Pemerintah akan melakukan pendekatan ke berbagai fraksi agar pengambilan keputusan dilakukan sebaik-baiknya. Dan yang terpenting, ketika keputusan sudah dikeluarkan, seluruh pihak harus mau mentaatinya dengan penuh tanggung jawab.

"Apapun cara yang dilakukan, masing-masing ada dampak negatifnya. Karena itu terkait beberapa persoalan, tergantung bagaimana komitmen seluruh bangsa melaksanakan mekansime yang akan dipilih," ujar Dodi dalam diskusi "Pilkada buat Siapa" di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/9).


Menurutnya, DPR dan pemerintah telah menyiapkan dua rancangan undang-undang, versi langsung dan tidak langsung. Kini, pemerintah tinggal menunggu keputusan dari DPR. Apapun yang dipilih seharusnya berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

"Intinya, sebagai pemerintah kami inginkan otonomi daerah mampu mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah. Mampu tingkatkan daya saing. Bagaimana di daerah lebih sejahtera dan lebih baik kehidupannya," tambah Dodi. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya