Berita

din syamsuddin

Din Berjuang Bantu Pengusaha Muhammadiyah yang Dikriminalisasi

SELASA, 09 SEPTEMBER 2014 | 21:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak Mahkamah Agung (MA) untuk secepatnya memutus perkara yang melibatkan pengusaha Muhammadiyah H. Asri dengan warga negara Singapura yang berinisia L dengan seadil-adilnya.

H. Asri saat ini sudah meninggal dunia dan langkah hukum dilanjutkan ahli warisnya. (Baca: Warga Singapura dan Aparat Diduga Kriminalisasi Pengusaha Muhammadiyah)

“H. Asri sudah lama mencari keadilan karena ditipu dengan cara-cara kotor oleh WNA,” kata Din Syamsuddin saat menerima ahli waris korban, Muhammad Rasyid Ridha di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, (Selasa, 9/9).


PP Muhammadiyah juga telah mengajukan surat kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) dan Ketua Komisi Yudisial (KY) untuk mendapatkan pengadilan bagi pengusaha Muhammadiyah ini, namun hingga kini belum ada respon.

“Mestinya keadilan dipenuhi. KY juga pernah menelepon saya untuk meminta bahan-bahan dan materi soal kasus ini. Tapi sampai sekarang belum ada follow-up-nya,” kritik Din Syamsuddin.

Din menegaskan akan membela dengan sungguh-sunguh warga Muhammadiyah yang sedang mencari keadilan, hingga keadilan itu didapatkan. “Saya merasa korban dikriminalisasi sampai beliau wafat, di penjara hingga mati. Ini sangat disayangkan,” kata dia.

Kriminilisasi itu kata Din, dilakukan pengusaha asing. Tak cuma pengusaha asing, oknum di salah satu kementerian juga turut bermain.

“Kabarnya pejabat di salah satu kementerian yang bergerak di sektor energi waktu itu yang membantu menekan menjual aset korban. Kini akhirnya pejabat tersebut dapat tempat sebagai komisaris atas jasanya,” tuding Din.

Dia menyebut, korban telah tiga kali datang ke Muhammadiyah untuk meminta dukungan moral atas kriminalisasi hukum kepadanya. “Saya berjanji akan membantu korban hingga selesai,” janji Din.

Din meminta keadilan betul-betul ditegakkan. Sebab, bila tidak maka akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan mafia Sumber Daya Alama (SDA). “ SDA akan habis terkuras dan nantinya aka menyengsarakan rakyat,” demikian Din. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya