Berita

net

Politik

MENUJU MUNAS GOLKAR

Pendukung Munas 2014 Sebut Idrus Marham "Teroris" di Partai

SELASA, 09 SEPTEMBER 2014 | 17:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gonjang-ganjing di tubuh Golkar tentang perbedaan pandangan elite soal penetapan Munas IX makin panas.

Wakil Ketua Pimpinan Kosgoro 57 cabang Kota Bogor, Samsul Huda, meminta Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical mengesampingkan agenda politik pribadi dan kembali ke jalan yang benar.

"ARB harus segera membentuk panitia Munas IX" tegas Samsul dalam rilis yang dikirimkan Eksponen Ormas Tri Karya Golkar, Selasa (9/9).


Terkait komentar Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, yang menyebut pengusul Munas 2014 sebagai kelompok anarkis, Samsul yang juga Ketua Umum Relawan Beringin Bersatu balik "menyemprot". Dia menyebut Idrus Marham sebagai "teroris". Alasannya, Idrus Marham bersama Ical selalu menebar teror dan ancaman pemecatan kepada kader Partai Golkar yang idealis.

Samsul telah menyiapkan langkah yang akan diambil bersama para pengusung Munas 2014 bila sampai  tanggal 8 Oktober 2014 DPP Partai Golkar tidak mengalah dan tetap bertahan Munas diadakan pada 2015 sesuai Rekomondasi Kongres.

"Relawan Beringin Bersatu akan mendorong Ormas Tri Karya Pendiri Golkar kembali kepada sejarah 20 Oktober 1964" ujar Samsul.

Pada tanggal 9 Oktober 2014, tegasnya, Eksponen Ormas Tri Karya harus membentuk Presidium DPP Partai Golkar untuk segera melaksanakan Munas IX Partai Golkar dalam waktu sesingkatnya. Menurutnya, itulah langkah yang konstitusional.

Samsul menegaskan bahwa terhitung jam 24.00 WIB tanggal 8 Oktober 2014, kepengurusan kubu Ical sudah berakhir dan tidak legitimate lagi sesuai Anggaran Dasar.

Sebelumnya, pada acara Diskusi Publik bertajuk "Penegakan Konstitusi Partai, Sebuah Kemutlakan", yang diadakan Eksponen Ormas Tri Karya Golkar pada 4 September lalu di Makassar, pakar hukum tata negara Universitas Hasanudin Makassar, Aminudin Ilmar, mengatakan Pasal 30- Ayat 2- butir a menegaskan Munas Golkar dilaksanakan setiap 5 tahun. Itu adalah aturan yang tidak dapat diakal-akali atau dilanggar. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya