Berita

net

Politik

Sok Tahu Demokrasi Liberal, Elite Parpol Tidak Baca Perdebatan Para Penyusun UUD 1945

SELASA, 09 SEPTEMBER 2014 | 13:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ahli Tata Negara, Margarito Kamis, membantah dalih yang menuding pemilihan kepala daerah secara langsung adalah demokrasi liberal ala Barat yang tidak sesuai Pancasila dan konstitusi.

"Kalau ada orang DPR yang mengatakan begitu, coba mereka baca perdebatan para pembuat UUD 45. Pada sidang BPUPKI 15 Juli 1945 ketika menyiapkan draf UUD 45 sebetulnya pemilihan presiden secara langsung mau dilakukan pada tahun itu juga," ujar Margarito kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (9/9).

"Lihat pernyataan Dr. Soekiman. Namun pemilihan langsung saat itu tidak bisa dilaksanakan karena situasi rakyat baru merdeka. Lihat perdebatan Pak Soekiman dengan yang lain, bahwa sebetulnya pemilihan harus secara langsung," tambah mantan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara itu.


Jadi, jika para elite parpol sekarang mengatakan pemilihan langsung itu tak sesuai dengan Pancasila dan sangat liberal, maka bisa dikatakan mereka menuding para penyusun Pancasila dan UUD 1945 adalah orang-orang liberal.

"Saya jelaskan ya, bahwa kata 'permusyawaratan perwakilan' dalam Pancasila sila ke-4 itu dimaksudkan untuk pengambilan keputusan di dalam parlemen, misalnya pembuatan undang-undang dan segala macamnya itu," terang Margarito.

Dia mengakui bahwa demokrasi Pancasila mengutamakan harkat dan martabat individu, mengutamakan gotong royong, dan musyawarah untuk mufakat.

"Tapi jangan lupa, mewujudkan keadilan sosial dalam ekonomi politik harus nyata. Kalau sekarang orang nyatakan Pilkada lewat DPRD saja, nanti calon independen tidak bisa mencalonkan diri. Bagaimana bisa sebagian orang punya hak istimewa dan sebagian lagi tidak punya? Di mana letak demokrasi Pancasila-nya?" ujarnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya