Berita

net

Politik

Rakyat yang Muak Korupsi Kepala Daerah Akan Setuju Hapus Pilkada Langsung

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 15:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pro dan kontra pemilihan pasangan kepala daerah oleh DPRD harus dipandang secara obyektif.

Koalisi Merah Putih yang mendukung gagasan itu lewat RUU Pilkada diyakini sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya adalah menghemat anggaran biaya. Sehingga, jika ada calon yang benar-benar berkualitas ia tidak akan lagi terhalang hanya karena kekurangan biaya.

Menurut Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman,  pemilihan kepala daerah oleh DPRD tidak menciderai demokrasi.


"Sejatinya ini memperkuat sistem dan demokrasi itu sendiri yang saat ini sudah mengarah ke demokrasi liberal. Rencana penghapusan pemilihan kepala daerah langsung tersebut merupakan hal yang sah karena tidak bertentangan dengan nilai dari demokrasi itu sendiri," terang Jajat dalam rilisnya (Senin, 8/9).

Dia mengatakan juga bahwa menumpuknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah akan membuat rakyat jengah dengan sistem pemilihan langsung. Sangat sulit bagi calon kepala daerah yang benar-benar berprestasi atau jujur untuk memenangkan Pemilu langsung. Ditambah, saat ini mulai terjadi tren di mana tokoh calon kepala daerah yang namanya tiba-tiba "melambung" karena satu dan lain hal, padahal tidak punya kapasitas dan pengalaman.

"Pemilukada yang dilakukan oleh DPRD, jika dilakukan dengan benar dan berkualitas, bisa mengembalikan nilai demokrasi terdidik di bangsa ini. Nilai itu lama hilang karena skandal negatif yang terus mengiringi proses demokrasi di Indonesia," tutup Jajat. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya