Berita

presiden sby

Politik

SBY Ditawari "Pekerjaan" Baru Setelah Pensiun

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 09:03 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, mensyukuri kebebasan pers Indonesia dapat dinikmati di era reformasi. Selama ini, presiden dan negara tidak pernah mencampuri urusan kebebasan pers itu.

Demikian disampaikan saat menghadiri silaturahmi pers dan peluncuran Buku SBY dan Kebebasan Pers yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, Jumat malam (5/9). Hadir dalam acara itu Presiden SBY dan istri, Mensesneg Sudi Silalahi, Ketua Umum PWI Margiono, para pimpinan media massa, dan praktisi media massa dan tokoh-tokoh pers nasional.

Bagir Manan menghargai sikap presiden yang selalu menyampaikan kritik bila ada pemberitaan yang tidak menguntungkan. SBY tidak pernah lebih dari menyampaikan keluhan. Karena itu, sebaiknya SBY tidak memutus hubungan dengan pers bila nanti sudah pensiun dari jabatan presiden. Caranya, tetap menulis di kolom-kolom pers.


"Bapak bukan sekedar presiden dalam 10 tahun terakhir tapi pemimpin bangsa. Hubungan dengan pers saya harapkan dilanjutkan dengan baik. Salah satu caranya, nanti bersedia mengisi kolom-kolom pers secara teratur dengan isu tertentu sebagai intelektual," kata Bagir yang disambut senyuman Presiden dan Ibu Negara, dikutip dari setkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mengatakan, kerap mendapat kritik keras dari pers selama 10 tahun memimpin bangsa Indonesia. Tapi SBY menilai, justru selama itu pula pers menyelamatkannya dari kemungkinan adanya abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

"Tanpa kritik yang saya terima selama 10 tahun ini belum tentu saya bertahan hingga akhir masa bakti saya, Saya ucapkan terimakasih kepada insan pers," ujar SBY.

Menurut Kepala Negara, seorang pemimpin harus bisa dikritik dan tidak boleh tertutup terhadap kebebasan pers. Pemimpin harus mau terbuka jika ada pihak yang tidak suka terhadap kebijakan yang dikeluarkan. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya