Berita

ilustrasi

Bisnis

Tiap Tahun, 500 Ribu Keluarga Tinggalkan Sektor Pertanian

Mentan Masih Berani Klaim Ada Swasembada Pangan
SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengklaim telah berhasil melakukan swasembada beras dan jagung.

Dia merujuk pada definisi Food and Agricultural Organization (FAO) disebutkan, negara swasembada jika produksinya sudah 90 persen dari kebutuhan.

“Saat ini produksi (beras) kita sudah surplus 6 juta ton setiap tahun,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kemarin.


Selain beras, kata dia, Indonesia juga sudah berhasil swasembada jagung. Hingga 2013, produksi jagung telah mencapai 18,51 juta ton.

Kendati begitu, Suswono mengakui masih ada impor untuk jagung, tapi nilainya tidak signifikan dan itu untuk pakan ternak.

Menurut dia, ada beberapa syarat utama yang harus diperhatikan pemerintah selanjutnya untuk melakukan swasembada. Salah satunya masalah lahan.

Prasyarat swasembada adalah ketersediaan lahan dan penambahkan produksi, minimal 350 hektar. Ditambah dengan revitalisasi pabrik gula dan penambahan pabrik gula baru sekitar 20-an.

Suswono mengaku, untuk kedelai ada 500 ribu hektar tambahannya dan jaminan harga akan untungkan petani. Pasalnya, Indonesia desifit lahan sekitar 60 ribu hektar per tahun. Sedangkan untuk kemampuan cetak sawah yang ada hanya 40 ribu hektar.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor pangan Indonesia terus melesat dari tahun ke tahun.

Jika tahun 2003, impor pangan baru 3,34 miliar miliar dolar AS, maka 10 tahun kemudian atau di tahun 2013 sudah melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi 14,90 miliar dolar AS. Melonjaknya angka impor produk pertanian dipicu meningkatnya konsumsi pangan masyarakat Indonesia.

Deputi  Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, dalam 10 tahun terakhir telah terjadi penyusutan jumlah rumah tangga petani sebesar 500 ribu keluarga per tahun.

Kondisi itu membuat impor produk hortikultura melonjak. BPS mencatat, impor sayuran di 2013 mencapai 640,76 juta dolar AS. Nilai ini naik 27,24 persen dibanding 2012.

Pengamat pertanian Khudori mengatakan, kenaikan impor pangan sulit terbendung lantaran meningkatnya konsumsi dan jumlah penduduk.

Menurut Khudori, gagalnya program swasembada pangan bukan semata-mata kesalahan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Kementerian Pertanian hanya berperan 30 persen, sisanya peran menteri lain seperti perdagangan, perindustrian dan lain-lain,” katanya.

Dia berharap pemerintah harus turun tangan dengan fokus membuat kebijakan pro pertanian. Produksi pangan harus digenjot dengan menambah lahan pertanian. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya