Berita

ilustrasi, Pemberdayaan ekonomi kerakyatan

Bisnis

Kementerian Diminta Bereskan Ego Sektoral

Berdayakan Ekonomi Kerakyatan
SENIN, 01 SEPTEMBER 2014 | 09:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemberdayaan ekonomi kerakyatan akan lebih optimal jika sinergi program lintas kementerian di bidang perekonomian lebih terorganisir.

Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Braman Setyo mengatakan, Bappenas yang akan merancang program-program pengembangan ekonomi rakyat yang akan dilaksanakan kementerian terkait.

“Di antara kementerian tersebut ditunjuk salah satu kementerian yang menjadi leader-nya dalam melaksanakan program,” katanya di Jakarta.


Dia mencontohkan, pelaksanaan program ekonomi kerakyatan di daerah minim energi listrik sewaktu dirinya menjadi Deputi Bidang Produksi Kemenkop dan UKM. Deputi Produksi Kemenkop dan UKM memfasilitasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan mengajak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan kehadiran PLTMH ini, maka perekonomian masyarakat ikut berjalan. 

“Dulu saya sinergikan dengan kementerian lainnya. Di Cianjur Jawa Barat dengan bantuan yang kecil, koperasi peternakan bisa memanfaatkan kotoran ternak menjadi energi biogas, energi itu dialirkan ke rumah-rumah anggota,” kata Setyo.

Menurutnya, Kementerian ESDM dilibatkan dalam memanfaatkan biogas yang berasal dari peternak. Selain itu, Kementerian Pertanian diminta menjaga kesehatan sapi peternak agar kotoran sapi mampu menghasilkan biogas yang cocok. Kementerian Lingkungan Hidup membangun instalasi pengolahan air limbah agar kotoran tersebut tidak mengotori air di Sungai Citarum.

 Tidak hanya itu, sinergi terus dikembangkan dengan mengajak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memanfaatkan kotoran hewan sebagai bahan pakan perikanan budidaya. 

Menurut Setyo, sinergi dan kerja sama akan lebih optimal bila ego sektoral kementerian bisa dikurangi. “Sebenarnya, para kementerian itu bersedia tapi inisatornya siapa,” katanya.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, tanggung jawab untuk mensejahterakan petani tidak hanya menjadi tugas Menteri Pertanian (Mentan). Namun, tanggungjawab lebih besar berada di pundak Menteri Perdagangan (Mendag).

“Persoalan pertanian kita saat ini bukan lagi persoalan produksi, tetapi persoalan perdagangan hasil pertanian,” kata dia.  ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya