Berita

Politik

Puan Maharani: Pendiri Bangsa Menangis Jika Masih Ada yang Tolak Hasil Pilpres

MINGGU, 31 AGUSTUS 2014 | 16:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyesalkan jika masih ada pihak yang tak menerima hasil Pemilihan Presiden 2014. Hal ini menurutnya, akan membuat para pendiri bangsa menangis.

"Alhamdulillah, kita tidak ikut apa yang mereka lakukan," ujar Puan saat menyampaikan kata sambutan.

Puan sendiri berharap semua elemen bangsa bersama-sama membangun Indonesia. Karena itu, pihaknya terus membuka komunikasi dengan partai bukan pendukung Jokowi-JK pada Pilpres lalu.


"Sampai hari ini kita masih membuka komunikasi. Kalau itu belum bisa dilakukan, kami yakin masih ada waktu untuk melaksanakan itu," ucapnya optimis.

Pintu komunikasi juga dibuka oleh presiden terpilih Jokowi dengan Presiden SBY. Menurutnya, hal itu dilakukan agar Tim Transisi bisa bekerja dengan baik.

"Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk rakyat Indonesia," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Palog juga menyatakan bahwa ada partai pengusung Prabowo-Hatta yang akan mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

 "Insya Allah ada. Saya tidak etis menyebutnya," jelas Bos Media Group ini.[wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya