Berita

Bernard Haloho/net

Politik

Lingkar 98: Moeldoko Jaga Polkam, Kepala BIN-Menhan Diisi Sipil

MINGGU, 31 AGUSTUS 2014 | 14:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jokowi-JK boleh saja sudah sah memenangkan kontes Pilpres 2014. Tapi, lusinan persoalan langsung menghadangnya, bahkan sebelum resmi dilantik.

Mulai dari "kelangkaan" bahan bakar minyak (BBM) sebagai modus untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sampai persoalan sebelumnya fenomena ISIS yang dapat menciptakan bahaya sosial politik yang sangat besar.

"Di sisi lain, melihat konfigurasi kekuatan politik parlemen, parpol pendukung Jokowi hanya sebesar 36,96 persen dibandingkan koalisi merah putih pendukung Prabowo. Tentunya hal ini akan berimplikasi pada program kerja Jokowi yang tidak mudah mendapatkan dukungan parlemen," kata Koordinator Lingkar 98, Bernard Haloho, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 31/8).


Melihat format kabinet itu, "turbulensi" politik di penghujung pemerintahan SBY terkait BBM akan mengalami konvergensi krusial. Apalagi jika ditambah dengan kurang tepatnya memilih personel di kabinet semakin mempersulit keadaan.

"Melihat keadaan seperti itu, Presiden terpilih Jokowi tentunya harus bersikap bijaksana. Melihat kembali platform program politiknya dan membuka komunikasi dengan parpol bukan pendukung dengan tetap memegang teguh koalisi bukan bagi-bagi kursi," ujar Bernard.

Masih menurut tokoh gerakan mahasiswa 98 ini, salah satu bidang pemerintahan yang krusial butuh perhatian sangat tinggi dari Jokowi salah satunya adalah bidang politik dan keamanan (polkam). Jabatan ini sangat strategis untuk menghadapi dan mengantisipasi gangguan terhadap agenda pemerintahan.

"Kriteria yang pas menjadi kandidat di pos Polkam ini, salah satunya Panglima TNI Jenderal Moeldoko, yang sukses mengamankan jalannya pilpres lalu," ungkap Bernard.

Dan sebagai pemimpin nasional dari sipil yang kedua di era reformasi setelah Gus Dur-Mega, Jokowi-JK harus mempertahankan spirit instansi sipil di bidang keamanan diisi oleh orang sipil yang kompeten.

Bila Gus Dur-Mega merupakan presiden pertama yang membuka sejarah dengan menempatkan orang sipil pertama menjadi Menteri Pertahanan, maka spirit tersebut sebaiknya dipertahankan. Ditambah, menempatkan orang sipil pertama di era reformasi mengepalai Badan Intelijen Negara (BIN).

"Kebijakan tersebut harusnya menjadi komitmen kuat pasangan Jokowi-JK, serius menjalankan program politiknya namun tetap ramah dan hormat dengan agenda penegakan hukum," ucapnya.

Ditandaskannya, pemilihan orang sipil menjadi Menteri atau Kepala BIN harus disertai kemampuan, pengalaman dan penerimaan orang tersebut pada jabatannya. Agar keberadaan orang yang sesuai kriteria dapat membantu dan meningkatkan kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang bakal disibukkan dengan sejumlah masalah krusial. [ian]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya