Berita

Politik

Jokowi-JK Jangan Utak-atik Kabinet Cuma Karena Ingin Beda

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 16:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, menolak ide penggabungan komposisi kabinet dengan dalih menghemat anggaran.

"Saya kira penghematannya tidak terlalu signifikan. Sebab, jumlah pegawai negeri sipil yang bekerja tetap sama dan gaji yang dikeluarkan tentu tidak jauh berbeda," ujar Saleh dalam pernyataan pers (Sabtu, 30/8).

Sebelumnya dikatakan Saleh, komposisi kabinet yang ada saat ini sebaiknya tidak dirombak oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasannya, penambahan, pengurangan, atau penggabungan suatu departemen berpengaruh besar terhadap agresivitas kabinet. Selain itu memakan biaya yang tidak sedikit atau inefisiensi dalam penggunaan anggaran.  


"Kalaupun ada agenda perombakan, hal itu semestinya harus dikarenakan pada kebutuhan pelaksanaan program pembangunan yang dijanjikan selama kampanye. Kalau tidak dirombak, misalnya, program itu tidak mungkin direalisasikan," kata Saleh.

Tetapi, kalau program-program itu masih bisa dititipkan kepada kementerian yang ada, sebaiknya program-program itu dititipkan saja.

"Jangan karena cuma mau berbeda, lalu ada perombakan. Kalau tidak betul-betul membawa perubahan signifikan bagi rakyat, ya percuma saja ada perombakan itu," tandas Saleh. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya