Berita

Ikhsan Modjo/net

Politik

DPP Demokrat: SBY Memberi Pilihan Menu yang Besar kepada Jokowi

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintahan Presiden SBY tidak akan menaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sampai akhir masa jabatannya karena harga minyak dunia masih di bawah US$ 100 per barel.

"Tak ada rencana kenaikan karena harga minyak dunia berada di bawah seratus dolar. Pak SBY mempertimbangkan masih ada opsi lainnya," kata  Ketua DPP Partai Demokrat, Ikhsan Modjo, dalam diskusi "Bola Panas BBM" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8).

Ditegaskannya, pemerintahan sekarang (SBY) pada intinya sudah memberikan satu pilihan menu yang besar atau ruang sebesar-besarnya kepada pemerintahan berikutnya untuk mengambil kebijakan atau opsi lain untuk menekan defisit.


"Jadi tak bisa direduksi hanya menaikkan, menurunkan, atau menstabilkan harga BBM. Kita harus lihat skema apa yang ditawarkan pemerintahan baru," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada semangat intervensi dari pemerintahan SBY saat ini terhadap rencana program Jokowi-JK. SBY dan pemerintahannya memberi ruang sebesar-besarnya dan bahkan siap bekerjasama lewat pertemuan-pertemuan tim transisi Jokowi dengan kementerian-kementerian, Bappenas dan Menko Ekuin.

SBY sendiri menegaskan pasti menaikkan harga BBM bersubsidi bila dalam waktu tujuh pekan ke depan tiba-tiba ada perubahan situasi dramatis, harga minyak mentah dunia meroket dan apabila harga bahan bakar minyak (BBM) tak dinaikkkan maka APBN Indonesia jebol.

SBY mencoba memahami mengapa ia terus dipaksa untuk menaikkan BBM. Yang ia tangkap, hal itu didesak untuk menekan defisit. Namun alasan itu baginya kurang tepat, karena pemerintahan yang ia pimpin sudah melakukan banyak langkah untuk menekan defisit.

"Tahun lalu BBM dinaikkan, tahun ini kami naikkan harga listrik, menaikkan bahan bakar gas, pemotongan anggaran, itu semua untuk kurangi defisit," kata SBY  dalam program wawancara khusus "Isu Terkini" yang disebarluaskan lewat Youtube, kemarin. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya