Berita

Politik

POLEMIK BBM

Seandainya Mega Mau Bertemu SBY untuk Kurangi Beban Jokowi

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 12:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Seharusnya ada pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas bersama persoalan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Mestinya ada pertemuan Mega dengan SBY. Tak cukup SBY dengan Jokowi," kata pengamat politik senior, Arbi Sanit, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Sabtu, 30/8).

Kata Arbi, SBY dan Partai Demokrat yang dipimpinnya menginginkan perbaikan hubungan dengan Megawati selaku otoritas tertinggi di PDIP. Hubungan SBY dan Mega sudah tidak baik sejak 2004 silam.


Arbi menilai, pertemuan SBY dan Jokowi di Bali adalah atas undangan SBY dan merupakan salah satu sinyal keinginan membuka komunikasi dengan Megawati.

"Seandainya Mega bisa bicara langsung dengan SBY, amat kemungkinan ada pembagian tanggung jawab menghadapi akibat kenaikan BBM ini yang sebetulnya bisa dilakukan pemerintahan SBY," jelasnya.

"Kalau di antara mereka ada kesepakatan, PDIP di parlemen akan mendukung kebijakan menaikkan harga yang diambil SBY di sisa periodenya. Beban BBM ini terbagi di antara mereka," jelas Arbi.

Sayangnya, Mega tak mau sedikit pun mengorbankan masalah dan perasaan pribadinya terhadap SBY. Padahal, komunikasi yang baik di antara mereka adalah kunci dari mulusnya transisi kepemimpinan nasional. Komunikasi itu juga bisa mengurangi beban politik pemerintahan Jokowi-JK nantinya.

"Kalau persoalan BBM ini berlarut-larut maka Jokowi hadapi problema. Kenapa tidak bersama hadapinya? Sama-sama tanggung jawab menangung. Saat Mega bersikap negarawan," terangnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya