Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Mesti Jauhi Kaum Neolib dan Minta Masukan Ekonom Nasionalis Kerakyatan

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 08:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah resmi menjabat Presiden dan Wapres, mesti dikaji kembali sebelum dilaksanakan.

Aktivis politik, Ahmad Kasino, menyatakan, rencana itu harus ditinjau dan dipikirkan masak-masak, serta mencari jalan penyelesaian lain untuk mengatasi defisit anggaran.

Tokoh gerakan mahasiswa 98 itu ingatkan, terpilihnya Jokowi sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia adalah kemauan kuat rakyat Indonesia yang ingin mencari pemimpin yang mewakili suasana batin rakyat Indonesia yang diwakili oleh pemimpin jujur, sederhana dan merakyat.


"Ini sebetulnya modal sosial dan momentum yang sungguh luar biasa untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik," terang Kasino saat diwawancara Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu.

Menurutnya, kenaikan harga BBM bisa memicu proses delegitimasi awal terhadap pemerintahan Jokowi karena sangat sensitif bagi kehidupan rakyat. Sekali saja BBM naik, maka harga kebutuhan pokok, transprotasi dan lainnya pun akan naik.

Dia meminta Jokowi untuk memikirkan masak-masak dampak itu. Jokowi juga harus menjauhkan diri dari pengaruh para ekonom neoliberal yang sedang mengerumuninya untuk memberi masukan-masukan hal ekonomi.
 
"Saran saya untuk mengatasi ini, Jokowi harus bertemu dengan kalangan ekonom yang nasionalis dan kerakyatan seperti DR Rizal Ramli, Kwik Kian Gie, DR Hendri Saparini, Ichsanudin Noorsy dan lainnya, untuk membicarakan jalan lain mengatasi defisit anggaran, asalkan tidak menaikkan harga BBM," terangnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya