Berita

net

Politik

SBY Yakin Janji-janji Jokowi Bisa Diwadahi RAPBN 2015

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 08:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RAPBN 2015 adalah kebijakan dasar fiskal atau baseline budget. Artinya, masih ada ruang untuk perubahan jika pemerintahan baru nanti memandang perlu untuk melakukannya.

"Perubahan itu terbuka dan bisa dijalankan. Memang RAPBN itu akan jadi APBN defintif pada akhir September tahun ini. Kalau akan ada perubahan yang dibutuhkan melalui APBNP 2015 sebagaimana kami lakukan pada 2005, kami ubah RAPBN yang disusun pemeirntahan Ibu Megawati, pemerintahan sebelumnya," terang Presiden SBY dalam program wawancara khusus "Isu Terkini" yang disebarluaskan lewat Youtube, kemarin.

Dia tegaskan, tidak benar pendapat yang mengatakan tidak ada ruang perubahan. Kalau pemerintahan Jokowi-JK ingin kurangi defisit, maka peluang itu terbuka, dan kalau mau ubah asumsi bersama DPR itu juga terbuka.


"Dan saya yakin Pak Jokowi memberikan janj-janji saat Beliau berkampanye, itu bisa diwadahi dalam RAPBN 2015," terangnya.

Dalam wawancara khusus itu pula, Presiden sebelumnya menyatakan ada tekanan atau desakan luar biasa kepada pemerintahan yang ia pimpin sekarang ini agar segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Tekanan ini boleh dikatakan luar biasa, boleh dikatakan dari kalangan parpol tertentu dan media konvensional tertentu dan juga sejumlah pihak," aku SBY.

SBY mencoba memahami mengapa ia terus dipaksa untuk menaikkan BBM. Yang ia tangkap, hal itu didesak untuk menekan defisit. Namun alasan itu baginya kurang tepat, karena pemerintahan yang ia pimpin sudah melakukan banyak langkah untuk menekan defisit.

"Tahun lalu BBM dinaikkan, tahun ini kami naikkan harga listrik, menaikkan bahan bakar gas, pemotongan anggaran, itu semua untuk kurangi defisit," kata SBY. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya