Berita

Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bisnis

Aset Capai Rp 4.500 Triliun Tapi Peran BUMN Dalam Pembangunan Mengecil

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Indonesia saat ini memiliki 138 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika seluruh aset yang dimiliki BUMN digabungkan nilainya mencapai Rp 4.500 triliun. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dibanding Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sekitar Rp 2.000 triliun.

“Aset BUMN sekarang mencapai Rp 4.500 triliun. Itu memang besar sekali,” kata Dahlan di Jakarta, kemarin.

Kendati begitu, menurut Dahlan, meski aset-aset BUMN terus bertambah dan nilainya sangat besar, peran perusahaan pelat merah untuk membangun bangsa justru makin mengecil.


“Peran BUMN di ekonomi nasional nggak sebesar dulu, bukan karena BUMN mengecil tapi ekonomi nasional tumbuh besar,” jelasnya.

Dia mengatakan, pada zaman demokrasi saat ini, peran sektor swastalah yang seharusnya digenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Dahlan menyebut dua BUMN yang telah ditutup alias dilikuidasi tapi belum bisa dihapus namanya. Perusahaan mirip mayat yang tidak dikubur.

“Ternyata sampai sekarang nama belum bisa dihapus karena tim likuidasi belum tuntas. Saya nggak mau. Ini seperti mayat tapi nggak dikubur-kubur,” ujarnya.

BUMN tersebut adalah Pabrik Kertas Gowa dan PT Industri Soda Indonesia. Persoalan di Industri Soda Indonesia terkait penjualan aset tanah seluas 30 hektar yang belum tuntas. Tim likuidasi belum berhasil menjual aset tanah.

“Setiap lelang selalu gagal, kenapa gagal, karena penawaran yang masuk jauh di bawah NJOP, saya minta cari terobosan,” ucapnya.

Sedangkan untuk proses likuidasi Pabrik Kertas Gowa saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian. Meski berada lintas kementerian, Dahlan ingin proses penghapusan nama tuntas akhir Oktober  ini.

Ekspansi Bisnis Ke Jordania

Dahlan juga meminta BUMN bidang konstruksi siap ekspansi bisnis ke Jordania. Di sana, BUMN kontruksi akan membangun proyek perumahan, infrastruktur jalan dan jembatan, pusat-pusat perbelanjaan serta perhotelan.

“Seluruh BUMN konstruksi kecuali PT Hutama Karya mendapat undangan dari Jordania untuk mengerjakan proyek di negara itu. Tawaran itu sedang dikaji,” katanya.

Penawaran pengerjaan proyek disampaikan langsung perwakilan Jordania yaitu bekas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Jordania Yahya Kisbi, anggota Asosiasi Pengembang Perumahan Jordania Ndal Ali Dawoud dan bekas Dubes RI untuk Jordania Zainul Bahar Noor.

“Silakan masing-masing BUMN tersebut untuk mengkaji proyek apa saja yang cocok dan menguntungkan di sana,” ujar Dahlan.

Menurut dia, Jordania merupakan negara yang aman dan banyak orang kaya dari negara sekitarnya seperti Suriah, Irak yang bekerja dan berinvestasi di sana. “Karena negerinya aman dan ekonominya lebih bagus,” ujarnya.

Menurut dia, itu kesempatan besar bagi BUMN bidang konstrruksi untuk mendapatkan proyek-proyek besar di sana.

“Tidak hanya infrasruktur jalan, BUMN konstruksi kita juga diharapkan ikut membangun hotel mewah di laut mati,” ucap Dahlan.

BUMN konstruksi dapat bersinergi dengan perusahaan-perusahaan di Jordania. Selain untuk membangun proyek-proyek di negara tersebut, juga pekerjaan-pekerjaan di negara Timur Tengah lainnya.

Bekas Menteri PU Jordania Yahya Kisbi mengaku senang bisa bertemu kembali dengan Dahlan Iskan yang pernah berkunjung ke negaranya pada tahun 2010.

“Kami berdiskusi bagaimana Jordania dan Indonesia dapat bekerja sama, karena memiliki agama yang sama, keindahan alam yang sama. Kami yakin dengan kesamaan ini maka kerja sama kita bisa berjalan,” tutur Yahya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya