Berita

Selama Ini, Investor Migas Cuma Diberi Gambaran Peta Buta

RABU, 27 AGUSTUS 2014 | 03:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Potensi sumber daya minyak dan gas bumi Indonesia masih cukup besar untuk dikembangkan di daerah-daerah terpencil, laut dalam, sumur-sumur tua, dan daerah kawasan Indonesia Timur.

Menurut pengamat energi, Iskandar, kekayaan minyak Indonesia diperkirakan mencapai 40,1 miliar perbarel dan gas bumi 217,7 triliun kaki kubik yang berada di laut. Namun, dari kekayaan energi itu, Indonesia hanya memeroleh 15 persen saja.

"Kalau kita kaya laut, apa mau dibiarkan seperti di darat? Semua bilang pembagian kita kecil," kata Iskandar dalam Sarasehan Kebangsaan I yang diselenggarakan Pusaka Trisakti dan Lembang 9 di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Selasa (26/8).


Dia membandingkan, Indonesia kalah dengan Malaysia. Menurutnya, kalau investor asing masuk ke Malaysia, mereka sudah diberikan data lokasi dan berapa potensi energi yang ada. Sehingga, pemerintah Malaysia punya daya tawar untuk meletakkan berapa proporsi untuk negara tersebut.

"Selama ini di Indonesia, mereka dikasi peta buta. Sehingga setelah  menemukan banyak titip," kata Iskandar.

Dia mengatakan, Indonesia bangga bisa lifting minyak 1,6 juta barrel pada 1967 dan 1995. Namun, sekarang hanya berkisar 800-an ribu barrel. "Itu potret kita, hanya mengekspos kebanggaan. Kita kaya, kita hebat, tapi banyak juga (masyarakat) yang antre minyak. Ke depan tidak bisa lagi seperti itu," ungkapnya.

Dia menambahkan, tantangan terbesar dalam pemanfaatan energi non konvensional adalah mengubah kebiasaan selama ini yang terbiasa dengan subsidi.

"Subsidi meningkat setiap tahun. Penyakitnya di akhir tahun selalu terjadi gejolak persoalan subsidi," tandasnya.

Turut hadir pula dalam Sarasehan Kebangsaan I ini, Dewan Penasehat Pusaka Trisakti TB Hasanudin, Dewan Pakar Adrinof Chaniago, Ketua Pusaka Trisakti Rian Andi Soemarno, Direktur Eksekutif Fahmi Habsyi dan Ketua Lembang 9 Alwi Hamu. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya