KONI Pusat diimbau tidak usah mengambilalih kepengurusan Pengurus besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dan membentuk caretaker untuk menggelar Munaslub akhir Agustus. Organisasi itu, cukup mensahkan kepengurusan PB ISSI Versi Raja Sapta Oktohari demi kemajuan balap sepeda.
“Kalau caretaker yang dibentuk KONI Pusat menggelar Munaslub, kami akan tawarkan kepada mereka bagaimana kalau kepengurusan ini yang disahkan?
Dengan demikian, kami bisa diakui secara sah, dan KONI tidak perlu buang-buang waktu dan biaya,†ujar Ketua Umum PB ISSI versi Munaslub Santika, Raja Sapta Oktohari saat dihubungi di Jakarta, kemarin.
Okto mengungkapkan hal itu setelah melihat adanya kemungkinan KONI Pusat bakal mengambil alih PB ISSI dan membentuk karteker. Hal itu dilakukan karena PB ISSI pimpinan Edmond Simorangkir diprediksi tak mampu menyelesaikan persoalan di internalnya hingga 30 Agustus mendatang.
Pemilik Event Organizer Mahkota Production ini berharap KONI segera merestui organisasinya dalam waktu dekat. Sebab dia sudah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan jumlah atlet dan jumlah perlombaan di tanah air. Namun hingga saat ini masih ada sedikit ganjalan karena induk cabang organisaasi balap sepeda itu lebih dari satu.
Tour de IndonesiaMenurut Okto, setelah vakum selama tiga tahun, Tour de Indonesia (TdI) akan dihidupkannya lagi. Namun, kali ini yang bakal menggelar ajang balap sepeda bergengsi di Tanah Air itu adalah PB ISSI pimpinan Raja Sapta Oktohari.
“Kami merencanakan untuk menggelar TdI secara nasional dan nanti dibagi beberapa seri. Sejauh ini yang sudah ada adalah turnamen lokal seperti Celebes Series, Sumatera Series dan Jawa Series. Sedangkan pertandingan-pertandingan yang bersifat nasional dan internasional masih langka. Kami berharap olahraga balap sepeda kembali berprestasi,†ujarnya.
Pekan lalu PB ISSI versi Raja Okto menggelar rakernas dihadiri 38 orang. Mereka perwakilan dari 19 pengprov ISSI yang ada di Indonesia. Salah satu pembahasan dalam raker adalah masalah TdI. Pihaknya berharap ajang balap sepeda tersebut bisa digelar pada tahun ini.
“Semua sudah dibicarakan di forum Rakernas, termasuk teknis-teknisnya. Selain itu, kami mengevaluasi prestasi sepeda Indonesia, bagaimana caranya meningkatkan jumlah dan kualitas atlet, pelatih serta komisioner,†terangnya. ***