Berita

ilustrasi

Bisnis

Pelayanan Angkutan Belum Door to Door

Evaluasi Mudik Lebaran 2014
RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah diminta memiliki kebijakan yang inovatif terkait pengelolaan mudik Lebaran. Salah satunya memfokuskan pemanfaatan angkutan laut dan kereta api untuk menekan jumlah kecelakaan.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, pemanfaatan angkutan laut untuk mengurangi volume lalulintas penyeberangan Jakarta-Palembang, maupun volume lalulintas jalan dan kereta api untuk Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surabaya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pilot project pemanfaatan angkutan laut untuk kebutuhan mudik Lebaran belum digarap serius. Padahal biaya angkutan laut penumpang yang kompetitif seharusnya menjadi bagian penting dari strategi untuk mengurangi volume lalulintas,” kata Danang saat diskusi publik Evaluasi Mudik Lebaran 2014 di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, prospek penggunaan angkutan laut yang nyaman selama ini terkendala oleh penanganan yang tidak profesional. Akibatnya, masyarakat menyampaikan keluhan secara masif, sehingga kredibilitas angkutan laut mengalami penurunan signifikan.

“PT Pelni sebagai armada nasional milik pemerintah dapat memainkan peran katalis yang dominan pada masa mendatang,” ujarnya.

Dia meyakini, pelayanan angkutan door to door, penggunaan tiket terusan hingga lokasi akhir akan memberikan dorongan besar bagi pemanfaatan angkutan laut.
 Sedangkan keberlanjutan angkutan laut untuk Lebaran dapat dijamin apabila tarif yang murah itu diikuti dengan pelayanan berdasarkan rantai pasok (supply chain) dari tempat asal hingga tujuan akhir.

“Pelayanan yang profesional pada gilirannya akan memberikan kepastian jumlah penumpang untuk mendukung keperluan komersial perusahaan pelayaran,” jelasnya.

Danang mengatakan, terjadinya peningkatan pemanfaatan angkutan laut tidak terlepas dari korban meninggal akibat kecelakaan lalulintas yang masih tinggi.

Pada periode mudik Lebaran 2014, korban meninggal mencapai 515 orang dari 3.815 kejadian kecelakaan. Jumlahnya memang lebih sedikit jika dibanding 2013 yang mencapai 719 orang dan 2012 dengan jumlah 908 orang.

Selain mendorong peningkatan pemanfaatan angkutan laut, Danang juga menyebut beberapa kebijakan inovatif lain yang patut diterapkan. Diantaranya, mengekstensifkan pemanfaatan angkutan kereta api dengan koneksi angkutan jalan.

Terkait itu, dia mengingatkan, kereta api bukanlah moda transportasi yang bersifat door to door. Sebab, masyarakat pengguna masih memerlukan moda lain untuk menuju stasiun serta dari stasiun tujuan ke lokasi mudik akhir mereka.

Kebijakan inovatif lain adalah memobilisasi armada bus luar Jawa untuk membantu peningkatan kualitas pelayanan angkutan bus pada koridor mudik.

Caranya, memberikan izin trayek sementara bagi bus-bus luar Jawa untuk dapat beroperasi di koridor mudik.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung sebelumnya mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaran kegiatan mudik 2014 ada beberapa masalah teknis yang disoroti. Beberapa masalah yang wajib dibenahi adalah infrastruktur.

Dia mencontohkan kapasitas penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung dan Pelabuhan Merak, Banten harus ditambah agar kegiatan arus mudik dan balik Lebaran via kapal laut berjalan lancar.

Kemudian hal lainnya adalah penumpukan arus lalulintas terutama di Simpang Jomin, Cikampek. Cara alternatif yang bisa dilakukan adalah mengoperasikan jalan tol Cikampek-Palimanan. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya