Berita

ilustrasi

Bisnis

Bangun Infrastruktur, Kementerian PU Butuh Dukungan BUMN

Daya Saing Indonesia Masih Rendah
RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Daya saing infrastruktur Indonesia masih menempati rangking 70 sampai 80 di tingkat global. Padahal sebagai negara berkembang, Indonesia mesti mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung perputaran roda ekonomi nasional.

“Daya saing infrastruktur Indonesia masih rendah dibanding negara lain. Rangking infrastruktur juga masih menjadi beban. Kita terus berupaya untuk meningkatan competitiveness,” ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perkembangan infrastruktur bisa berjalan tegak lurus dengan kemajuan perekonomian dan pendapatan suatu negara.


“Kita sudah sepakat infrastruktur itu membawa kemajuan ekonomi. Kita bisa melihat beberapa kawasan dan negara yang infrastrukturnya baik secara umum pendapatannya tinggi dan daerah tersebut jadi produktif,” ucapnya.

Hermanto menjelaskan, lima tahun lalu pemerintah mencanangkan dana investasi infrastruktur mencapai Rp 1.900 triliun. Namun, tahun 2014 proyeksinya hanya Rp 1.870 triliun.

Ia menyatakan, salah satu instrumen infrastruktur yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi adalah jalan. Pihaknya mengklaim terus menggenjot pembangunan jalan. Apalagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 semakin dekat.

“Target kami tuntaskan Trans Jawa. Ini juga mempertimbangkan kita tahun depan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sebagai pasar tunggal, kesiapan nasional diperlukan untuk efektif terbukanya MEA,” terangnya.

Selain itu, Hermanto menjelaskan, sebagai pasar untuk ASEAN, pemerintah juga telah menyepakati pembangunan ASEAN Railway dan Express Way alias jalan lintas cepat di kawasan Sumatera. Pembangunan-pembangunan itu diharapkan dapat rampung dalam 5 tahun ke depan.

Untuk pembangunan infrastruktur jalan dan secara umum, Hermanto menyatakan pentingnya peran BUMN. “Kita harapkan BUMN dapat memainkan peran penting,” timpal dia.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia memiliki jalan sepanjang 500.000 kilometer (km). Akan tetapi, jalan yang termasuk kategori jalan ekspres atau jalan tol hanya 800 km. Sebanyak 40.000 km merupakan jalan nasional, 51.000 km jalan provinsi, sisanya merupakan jalan kabupaten dan kota.

Menteri PU Djoko Kirmanto menambahkan, masalah yang tidak terselesaikan setiap tahun di sektor infrastruktur adalah masalah tanah. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia kekurangan lahan kosong.

Djoko menilai, pembangunan infrastruktur terutama jalanan yang menjadi infrastruktur penting menjadi terhambat.

Anggota Komisi lV DPR Sukiman mengatakan, saat ini pembangunan infrastruktur belum merata. Oleh karena itu, APBN harus mengedepankan infrastruktur yang berada di daerah tertinggal. Tujuannya agar jurang pemisah antara Pulau Jawa dan non Pulau Jawa yang selama ini terbentang lebar semakin dipersempit.

“APBN 2015 seharusnya menjadi perubahan yang baik, artinya pembagunan sistem juga harus berjalan baik untuk kebaikan rakyat. Sebab, APBN tidak boleh hanya untuk memenuhi hajat dan kegiatan yang sifatnya rutinitas, tapi harus bisa membuat perubahan,” tandasnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya