Berita

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Bisnis

Ancaman Pemadaman Listrik Bukan Solusi Bijak

Buntut Perseteruan PLN Vs Pertamina
RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta tidak melakukan pemadaman akibat belum adanya kesepakatan dengan PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah itu harus mencari sumber solar lain.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, PLN harus mencari pasokan solar lain di luar Pertamina. Apalagi, selama ini PLN tidak membeli 100 persen solar dari Pertamina.

Menurut dia, pengurangan pasokan solar ke PLN oleh Pertamina hendaknya tidak disikapi PLN dengan melakukan pemadaman listrik.


“Itu bukan solusi yang bijak dan bukan solusi yang cerdas,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Sofyano, jika terbukti ada pemadaman listrik akibat pengurangan pasokan solar oleh Pertamina, ini bisa dinilai publik sebagai sikap melemparkan kesalahan kepada Pertamina.

PLN sebagai BUMN energi yang memonopoli penyediaan listrik bagi rakyat, lanjut dia, mestinya bijak menyikapi polemik harga jual beli solar dengan Pertamina dan mementingkan keberpihakan kepada masyarakat.

Karena itu, Sofyano menyarankan PLN mau berkorban demi kepentingan masyarakat dengan bersedia mengurangi perolehan laba usahanya dengan membeli solar dari Pertamina sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dia menambahkan, jika dapat dibuktikan dengan harga solar yang ditawarkan Pertamina membuat PLN rugi atau tidak sanggup secara finansial melakukan itu, harusnya pemerintah mensubsidi PLN atas selisih harga yang tidak sanggup dibayar perseroan.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Ugan Gandar mengatakan, perselisihan PLN dan Pertamina harus diselesaikan dengan sistem bisnis.

“Jangan pakai jalan yang aneh-aneh. Inilah faktor yang menyebabkan berlarut-larutnya penyelesaian antara PLN dengan Pertamina,” cetusnya.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki sebelumnya mengaku, pihaknya telah menyepakati harga solar yang baru sesuai dengan permintaan Pertamina sebesar 109,5 persen dari Mean of Plats Singapore (MOPS). Namun, kesepakatan harga tersebut hanya untuk periode Juli hingga Desember 2014.

“Kami sudah mengeluarkan surat bahwa PLN setuju dengan harga yang diajukan Pertamina untuk semester dua dan berlaku mulai Juli,” katanya.

Namun, perubahan harga solar masih menyisakan ganjalan. Sebab, Pertamina sebenarnya menginginkan kontrak dengan harga baru tersebut dimulai dari Januari 2013 hingga 2015.

Kenaikan TDL Kerek Inflasi

Tidak bisa dimungkiri bahwa kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan harga BBM akan mengerek tingkat inflasi. Apalagi jika kenaikan itu membikin heboh di masyarakat, tentu tingkat inflasinya akan melambung tinggi.

Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa melihat inflasi akibat naiknya TDL sebuah keniscayaan. Pasalnya, tidak ada yang mampu menahan ketika tarif listrik dinaikkan harga barang-barang juga ikut naik. Itu sudah otomatis.

Justru yang mesti diperhatikan, kata Iwa, soal efektif atau tidaknya kenaikan TDL itu bertujuan untuk mengurangi subsidi.

“Inflasi naik lagi, itu sudah pasti naik. Yang penting efektivitasnya, pengurangan subsidinya harus masuk ke masyarakat dalam pembangunan ekonomi atau infrastruktur,” ujarnya, kemarin.

Pernyataan Iwa ini menanggapi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi Juli 2014, Senin (4/8). ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya