Berita

ilustrasi

Bisnis

Pindad Teken MoU Bangun Produksi Amunisi Di Malang

Gandeng Produsen Asal Afrika Selatan
JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 11:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pindad (Persero) sebagai produsen produk pertahanan pelat merah menjalin kerja sama dengan produsen senjata asal Afrika Selatan (Afsel) Rheinmetall Denel Munition (RDM). Kedua perusahaan akan membangun fasilitas produksi amunisi ukuran besar di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Direktur Utama Pindad Sudirman Said mengatakan, untuk tahap awal kedua belah pihak akan melakukan perencanaan detil. Kerja sama ini ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) kedua belah pihak.

“MoU ini sebagai dasar bagi kami berdua untuk melakukan detail plan (perencanaan detil) terkait pengembangan industri amunisi,” kata Sudirman seusai penandatanganan MoU di Jakarta, kemarin.


Penandantanganan MoU dilakukan oleh Sudirman Said dan Chief Executive Offixer (CEO) RDM Nobert Shulze.

Menurut Sudirman, kerja sama ini akan menjadi babak baru perkembangan industri amunisi tanah air yang sudah dikembangkan Pindad selama ini.

Kerja sama ini juga berpeluang terus dikembangkan untuk memproduksi berbagai jenis amunisi.

Namun, untuk langkah awal, jenis amunisi yang akan dikembangkan adalah khusus yang berukuran besar.

“Rekan kami memiliki pengalaman yang sangat panjang di bidang amunisi. Jadi mungkin banyak hal yang bisa dikerjakan. Tetapi pertama kami akan kembangkan untuk amunisi ukuran besar,” ucapnya.

CEO RDM Nobert Shulze menambahkan, pihaknya menggandeng Pindad karena telah melihat rekam jejak perusahaan itu yang dianggap sejalan dengan lini bisnis RDM.

“Selain itu, Indonesia juga kami anggap sebagai kawasan yang paling strategis untuk menjangkau pasar Asia Tenggara,” cetusnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya