Berita

Radio Frequency Identification (RFID)

Bisnis

Pemasangan RFID Di Mobil Cuma Jadi Proyek Mubazir

Kalau Sewaktu-waktu Harga BBM Subsidi Dinaikkan Sesuai Keekonomian
KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah mengakui perangkat teknologi Radio Frequency Identification (RFID) nggak bakal berjalan efektif. Apalagi, jika nanti pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sesuai dengan harga keekonomian.

“Tujuan memakai RFID itu kan melakukan monitoring. Kalau BBM bersubsidi sudah nggak ada, itu tidak akan krusial dampaknya,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, kemarin.

Menurutnya, jika ketetapan penjualan BBM bersubsidi disesuaikan dengan harga keekonomian, maka pemasangan perangkat RFID sulit diterapkan. “Kalau sudah begitu mau pasang RFId di kendaraan mana,” imbuhnya.


Susilo mengaku, sampai saat ini program pengendalian BBM bersubsidi kerap mengalami hambatan, baik itu persoalan teknis dan finansial. Imbasnya, implementasi program monitoring itu tidak berjalan mulus sesuai perencanaan.

“Bayangkan, 300 ribu kendaraan baru di Jakarta. Itu pun belum dimanfaatkan seluruhnya,” tukasnya.

Pihaknya mencatat jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia sebanyak 5.500. Sementara jumlah kendaraan baik sepeda motor, dan mobil mencapai 100 juta unit.

Menurut Susilo, akan sangat tidak mungkin pemasangan perangkat RFID bisa sukses dijalankan dengan banyaknya jumlah kendaraan di Indonesia.

“Masang RFId di 5.500 SPBU, bayangkan ada 90 juta sepeda motor, 10 juta mobil. Itu nggak mungkin sukses,” terangnya.

Susilo mengatakan, saat ini pemasangan RFID akan difokuskan pada wilayah pertambangan.

“Pengendalian premium nggak efektif. Rawan penyelundupan di Kaltim, Kalsel, Sulsel, Sumsel, Jambi, Riau. Kalau begitu reorientasinya, kita minta fokus pasang RFID untuk kendaraan solar dimulai dari pulau yang besar penyalahgunaannya,” pungkas dia.

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan curiga ada unsur penyelewengan karena pemasangan RFID menjadi proyek mubazir. Ia mencurigai proyek RFID cuma jadi lahan untuk korupsi. Sebab itu, dia berharap aparat penegak hukum segera turun tangan guna melakukan penyelidikan.

Direktur Pemasaran Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengklaim, saat ini pihaknya sudah memasang 300 ribu alat RFID di sejumlah kendaraan di Jakarta. Selain itu, terdapat 50 SPBU di Jakarta yang sudah menerapkan pencatatan konsumsi BBM dengan teknologi RFID.

“Saat ini pemasangan RFID Di Jakarta sudah hampir 90 persen. Full online 50 SPBU kendaraan. Sudah dipasang 300 ribu kendaraan. Ke depan solar, karena rawan penyimpangan,” jelas Hanung.

Dia mengungkapkan, pada tahap awal RFID berfungsi sebagai pendeteksi konsumsi BBM bersubsidi. Namun ke depannya jika sudah mendapat payung hukum dari pemerintah, itu bisa menjadi alat pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.

“Dengan melaksanakan RFID ada biaya tambah tapi tidak mengklaim pemerintah. Ini usaha Pertamina supaya penyaluran BBM bersubsidi tetap sasaran,” papar dia.

Hanung mengklaim, pihaknya sudah melakukan uji coba RFID di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Dari uji coba tersebut mendapat hasil yang memuaskan. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya