Berita

andi widjajanto/net

Sosok Andi Widjajanto Dikhawatirkan Bisa Bikin Repot Pemerintahan Jokowi

SENIN, 04 AGUSTUS 2014 | 09:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Setelah dinyatakan menjadi presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi akan menghadapi persoalan baru. Di antara persoalan itu adalah terkait dengan susunan kabinet.

Kini, banyak pihak yang memunculkan nama-nama untuk duduk di kursi menteri. Selain positif, kemunculan nama-nama bakal calon menteri ini, sebagaimana disampaikan Gurubesar hukum tatanegara Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf,  juga bersifat destruktif. Sebab selain karena usulan ini terkait dengan pesanan pihak tertentu, juga sering kali sangat sarat kepentingan yang bisa menyandera Jokowi.

Kini, di internal partai pengusung Jokowi-JK dalam Pilpres, mulai ramai misalnya dengan kemunculan nama Andi Widjajanto, yang disebut-sebut sebagai salah seorang bakal calon Menteri Pertahanan. Banyak kalangan di partai pengusung merasa, sosok Andi, yang merupakan putera dari tokoh PDI Perjuangan Theo Syafii ini akan merepotkan Jokowi secara pribadi, juga pemerintahan mendatang secara umum.


Andi disebut-sebut sebagai designer atau aktor intelektual yang berada di balik sikap Fraksi PDI Perjuangan yang menolak RUU Kemanan Nasional yang diusulkan pemerintah. Saat itu, paling tidak, ada enam alasan Fraksi PDI Perjuangan menolak RUU Kamnas. Diantaranya, menilai RUU itu tidak sejalan dengan UUD 1945 dan beberapa UU terkait yang sudah ada, menilai RUU Kamnas melanggar prinsip-prinsip HAM, dan menilai banyak terdapat pasal multitafsir di RUU Kamnas.

Sementara itu, pemerintah menilai RUU Kamnas sebagai grand design keamanan nasional serta menjadi payung hukum dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari segala ancaman, baik dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri, secara lebih konkret.

Persoalan lain terkait dengan Andi adalah soal pembelian tank Leopard. Andi pernah dikabarkan sebagai sosok yang "diminta dan digunakan" TNI untuk menggulirkan dan mendukung pembelian tank dengan berat sekitar 60-63 ton itu. Di beberepa media sendiri, Andi memang mengatakan bahwa perubahan dan dinamika lingkungan strategis membuat Indonesia membutuhkan divisi kavaleri berat, di antaranya tank besar.

Inilah beberapa isu yang dikabarkan beredar di kalangan partai pengusung. Mereka khawatir, beberapa gagasan, ide, dan juga "gaya permainan" Andi justru akan merepotkan Jokowi dan pemerintahannya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya