Berita

Gelang Warna Tanda Masuk Tugu Monas Banyak yang Hilang

SABTU, 02 AGUSTUS 2014 | 15:59 WIB | LAPORAN:

Penerapan gelang warna saat mengunjungi Tugu Monumen Nasional (Monas) ternyata tidak sesuai harapan. Pertama kali diluncurkan kemarin, dari 200 gelang yang dicetak hanya beberapa saja yang kembali ke petugas yang berjaga di pintu masuk dan keluar Tugu Monas.

"Jumlah yang dikeluarkan kan 200 gelang tiap warna, tapi saat dihitung kembali ternyata jumlahnya berkurang, berarti ada banyak pengunjung yang mungkin batal naik ke puncak dan membawa gelangnya pulang," keluh UP Tugu Monas Rini Hariyani saat dihubungi, Sabtu (2/8).

Ia curiga justru masyarakat menjadikan gelang berwarna warni itu sebagai souvenir dari Monas.


"Mungkin mereka ngebet juga ya menjadikan itu sebagai suvenir," ujarnya.

Tak hanya hilang, gelang yang kembali justru ada yang rusak lantaran ditarik terlalu kencang sampai putus. Ia mengaku belum mendapat laporan berapa jumlah gelang yang putus dan hilang akibat dibawa pulang oleh warga.

Kata Rini, jumlah wisatawan yang naik ke Tugu Monas saat Lebaran sebanyak 1.572 orang. Ia menjelaskan bila jumlah pengunjung Monas cenderung menurun bila dibandingkan tahun 2013 lalu. Dimana pada H+4 Lebaran tahun lalu terdapat 15.160 pengunjung yang naik ke Monas. Sementara tahun ini hanya ada 7.349 orang saja.

Sebagaimana diketahui, terhitung sejak hari ini, Jumat (1/8) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengharuskan pengunjung yang naik ke kawasan puncak tugu Monas menggunakan gelang khusus beraneka warna.

"Kita akan terapkan mulai hari ini," ujar Kepala Unit Pengelola Tugu Monas Rini Hariyani saat dihubungi, Jumat (1/8).

Kata Rini, pengunjung yang membeli tiket masuk kawasan Tugu Monas akan mendapatkan satu gelang. Gelang itu akan memuat keterangan jam berkunjung kawasan itu. Sehingga wisatawan tidak perlu antri panjang saat naik ke puncak.

Artinya, pengunjung tahu jam berapa ia harus naik dan turun.

"Jadi gelang itu sesuai dengan jam, warnanya beda-beda dan ada tertera jam kunjungan sehingga pengunjung tahu jam berapa dia naik dan tidak perlu antri berjam-jam," katanya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya