Berita

foto:net

Dunia

Rusia Dijatuhi Sanksi Ekonomi Uni Eropa

SABTU, 26 JULI 2014 | 14:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ulah Rusia yang menganeksasi wilayah Crimea, Ukraina, dan terlibat konflik bersenjata di timur Ukraina, memaksa Uni Eropa menjatuhkan sejumlah sanksi ke Rusia.

"Ini harus memiliki dampak yang kuat pada ekonomi Rusia sekaligus menjaga efek moderat pada ekonomi Uni Eropa," ujar Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy, sebagaimana dilansir Reuters (Sabtu, 26/7).

Uni Eropa menetapkan sanksi ekonomi pertamanya kepada Rusia pada Jumat (25/7) waktu setempat. Sanksi ini meliputi penutupan pasar modal Uni Eropa untuk BUMN Bank Rusia, embargo penjualan senjata ke Moskow dan pembatasan pasokan penggunaan ganda teknologi energi. Namun begitu sanksi ekonomi ini tidak mencakup pada teknologi untuk sektor gas penting.


Sanksi Uni Eropa ini juga mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset para pemimpin Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), badan intelejen asing, dan sejumlah pejabat tinggi Rusia yang terlibat dalam kebijakan pemerintah Rusia mengancam kedaulatan Ukraina.

Direktur FSB Alexander Bortnikov dan Mikhail Fradkov, mantan perdana menteri yang sekarang memimpin dinas intelijen asing, sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev masuk di antara 15 orang Rusia atau Ukraina yang disebutkan dalam daftar sanksi bersama 18 perusahaan dan beberapa organisasi lain .

Dalam daftar itu juga terdapat nama pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, yang disebut oleh Uni Eropa terlibat membuat pernyataan yang mendukung aneksasi Rusia atas wilayah Crimea, Ukraina.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa sanksi ini merupakan buah dari insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 orang di daerah timur Ukraina. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya