Berita

PT Angkasa Pura II (Persero) (AP)

Bisnis

AP II Butuh Modal Rp 32 T Hingga Lima Tahun Ke Depan

Kembangkan 13 Bandara
RABU, 16 JULI 2014 | 10:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura II (Persero) (AP) membutuhkan belanja modal atau investasi Rp 32 triliun hingga 2019. Modal ini untuk pengembangan 13 bandara yang berada di bawah naungan AP II.

“Kira-kira sampai lima tahun ke depan kita butuh sampai Rp 32 triliun,” kata Direktur Utama AP II Tri Sunoko, kemarin.

Tri menjelaskan, dana tersebut dialokasikan antara lain untuk pembangunan pengembangan terminal, runway, aksesibilitas dan area komersial.


“Itu untuk 13 bandara. Ada untuk pengembangan terminal, untuk bangun area komersial, untuk bangun landasan dan bikin aksesibilitas,” jelasnya.

AP II memperoleh sumber investasi dari kas internal, pinjaman perbankan hingga kerja sama kemitraan. Tahun ini investasi yang diguyur mencapai Rp 6 triliun.
“Pembiayaan dari dana sendiri, bank ada juga kerja samakan dengan pihak ketiga,” katanya.

Menurut Tri, investasi yang diguyur AP II sudah termasuk untuk peningkatan frekuensi pesawat yang take off dan landing pada 2 runway di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta), Tangerang. Frekuensi take off dan landing pada 2 runway di Bandara Soetta saat ini bisa ditingkatkan hingga 86 pergerakan pesawat per jamnya pada waktu padat (peak hour) di tahun 2015.

Untuk mendukung peningkatan frekuensi itu, perseroan membangun infrastruktur tambahan seperti rapid exit taxi way, sistem di bandara dan apron baru.

Sementara mengenai pengembangan Terminal 3 Ultimate di Bandara Soetta, Tri mengklaim akan rampung Juli 2015. Saat ini proses konstruksi sudah mencapai 40 persen. Ketika selesai dan beroperasi normal, Terminal 3 Ultimate diperkirakan memiliki kapasitas hingga 25 juta pergerakan penumpang per tahun.
Proyek pengembangan Terminal 3 Ultimate memakan investasi Rp 4,7 triliun.

Rencana awal, pengembangan Terminal 3 Ultimate fase I bisa selesai September tahun ini. Namun hal itu akan sulit tercapai karena pertimbangan khusus.  ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya