Berita

ilustrasi

Bisnis

Menhub Klaim Tiket Mudik Kereta Api Sudah Ludes Terjual

SELASA, 08 JULI 2014 | 10:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan dari 416 lokomotif kereta api dan 1.555 gerbong penumpang yang sudah disediakan dalam menyambut Lebaran Idul Fitri tahun ini sudah habis terjual.

Bahkan sebelumnya Kemenhub sudah menambahkan 32 kereta api tambahan eksekutif, bisnis dan ekonomi untuk mengangkut arus mudik Lebaran 2014.

“Yang sudah habis 100 persen itu tiket kereta api. Itu juga sudah sama tambahan 32 rangkaian, itu habis juga,” ucap Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan saat rapat kerja dengan Komisi V DPR mengenai persiapan jalur mudik Lebaran 2014 di Gedung DPR, kemarin.


Mangindaan menjelaskan, habisnya tiket kereta api memang dikarenakan jalur double track sudah beroperasi sehingga arus dari dan ke kota tujuan pemudik lebih cepat dari biasanya.

“Memang persoalannya double track sudah jalan, cepat sekali bolak baliknya (kereta apinya). Apalagi, kereta api saat ini disukai masyarakat karena murah, nyaman, on time dan sejuk karena semuanya ber-AC. Tapi ini menjadi problem kami karena masyarakat masih meminta tiket kereta api,” ucapnya.

Menurut Mangindaan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kereta api, Kemenhub melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah berusaha menambah rangkaian kereta api tambahan dari PT INKA.

“Kami dari PT KAI sudah berusaha untuk tambah dari PT INKA ada 2 rangkaian. Walaupun belum dibayar, setidaknya diambil dulu. Itu cadangan terakhir untuk kereta api,” jelas Mangindaan.

Sementara untuk transportasi laut kurang diminati masyarakat, padahal harga tiket sudah dikurangi.

“Sampai saat ini 35 persen tiket yang laku. Sementara untuk angkutan Lebaran transportasi udara sudah 95 persen. Jadi naik pesawat bukan barang mewah lagi, sudah jadi kebutuhan masyarakat,” tukasnya.

PT KAI berencana menaikkan tarif kereta ekonomi jarak menengah dan jauh mulai 1 September 2014 karena alokasi subsidi dari pemerintah berkurang dari Rp 1,2 triliun jadi Rp 871 miliar. Namun, kenaikan itu bisa batal.

Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, jika pemerintah tetap memberikan alokasi subsidi atau PSO (Public Service Obligation) Rp 1,2 triliun, maka kenaikan tiket batal dilakukan.

“Begini, dari Rp 1,2 triliun diubah menjadi Rp 871 miliar. Nah itu akhirnya diubah lagi jadi Rp 1,2 triliun. Ya sudah, tergantung. Kalau memang tidak ada PSO-nya ya naik,” ujar Jonan, kemarin.

Sampai saat ini, dia mengaku tiket kereta api ekonomi untuk keberangkatan September 2014 belum dilakukan.

Sebelumnya, Direktur Lalulintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, pemerintah akan mengusahakan agar tidak ada pemotongan subsidi di tahun ini.

“Kita melarang KAI naikkan tarif. Kita sudah menyurati supaya tidak melakukan perubahan tarif sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” kata Hanggoro.

Tarif KA kelas ekonomi selama ini ditetapkan pemerintah supaya lebih rendah daripada tarif normal, caranya dengan ditanggung pemerintah melalui PSO. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya