Pemerintah telah memÂbiarÂkan kegiatan illegal ecoÂnomy seperti mafia minyak dan gas (migas). Padahal, kebeÂradaan mafia itu terus mengÂgerus potensi penerimaan neÂgara triliunan rupiah.
“Kebocoran anggaran dan keÂuangan negara akan terus terÂjadi jika biang kebocoran (mafia) di sektor migas tidak dihiÂlangkan,†kata Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan.
Menurut dia, bagaimana mau menekan kebocoran keuaÂngan jika kegiatan mafia migas terus dibiarkan. Tekad memÂbeÂreskan kebocoran keuangan neÂgara hanya akan menjadi sloÂgan kosong belaka.
Dani mengatakan, untuk mengatasi kebocoran, misalÂnya di sektor migas, tidak bisa dilakukan tanpa membenahi tata kelola migas secara umum. Misalnya, pembenahan terkait kepemilikan, penguasaan, konsumsi dan lain-lain.
Selain tata kelola migas yang buruk, tambah Dani, paÂradigma pembangunan harus diubah. Para pegiat usaha kecil meÂnengah di negeri harus diprioritaskan, karena percuma berÂkoar-koar akan memÂbaÂngun ekonomi kerakyatan, seÂmentara aktor pendukung imÂpor dilindungi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik membantah ada praktik mafia dalam industri migas. “Nggak ada mafia migas. Saya nggak tahu itu,†cetusnya.
Anggota Komisi Vll DPR Satya W Yudha mengatakan, preÂsiden harus turun tangan menyeÂlesaikan dugaan mafia dalam industri migas. Soalnya, presiden memiliki instrumen untuk melakukan pemberanÂtasan mafia melalui TNI/Polri.
Satya juga mengatakan, daÂlam upaya mengurangi prakÂtik penyelundupan bahan bakar miÂnyak (BBM) bersubsidi PerÂtamina, perlu diterapkan dua sistem yaitu penguatan tekÂnologi informasi serta keterÂlibatan seluruh aparat. Bukan cuma Pertamina, TNI, Polri dan kepala daerah serta penjaga pantai.
Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mengaku sangat resah dengan dugaan mafia migas. Apalagi isu ini terus dikaitkan dengan dirinya ketika menjabat Menko Perekonomian. “Saya akan bongkar kalau terpilih dalam Pilpres,†janji besan PreÂsiden SBY ini.
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo meneÂgasÂkan, institusi penegak hukum harus memberi respons makÂsimal terhadap konspirasi peÂnyelundupan BBM. Jika terus didiamkan, masyarakat akan curiga bahwa oknum penegak hukum jadi bagian dari konspirasi di mafia migas.
“Masyarakat sudah yakin ada konÂspiÂrasi besar yang mengotaki peÂnyeÂlundupan BBM selama ini. Ada beberapa indikasi mengeÂnai konspirasi itu,†kata Bambang.
Pertama, lanjut dia, para pelaku tidak pernah jera seÂhingÂga penyelundupan terus terÂjadi. Kedua, pelaku yang terÂtangkap hanya didenda dan tidak pernah diganjar sanksi piÂdana. Ketiga, identitas penyeÂlundup tidak pernah diÂpubÂlikasikan. ***