Berita

ilustrasi

Bisnis

Kemiskinan Naik, Tapi Muncul 1,3 Juta Lapangan Kerja Baru

RABU, 02 JULI 2014 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikannya mencapai 11,25 persen tahun ini.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2014 mencapai 28,28 juta orang atau naik 11,25 persen. Angka itu naik 110 ribu orang dibanding periode Maret 2013 yang tercatat 28,17 juta orang atau 11,36 persen.

 Suryamin menjelaskan, kenaikan angka kemiskinan sebesar 110 ribu orang dibandingkan periode tahun lalu akibat laju pertumbuhan penduduk yang ternyata lebih cepat bergerak.


“Maret tahun ini kan ada penundaan masa panen karena kondisi cuaca ekstrem waktu itu,” ujarnya di kantornya, kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan data sejak 2010, grafik angka kemiskinan terus bergerak menurun walaupun hanya dalam kapasitas kecil. Terdapat beberapa kesulitan dalam upaya menurunkan penduduk miskin saat ini.

“Penduduk miskin sekarang susah diturunkan secara drastis. Harus ada perlakuan khusus seperti yang dilakukan melalui Bansos dan lain-lain,” bebernya.

Namun, menurut Suryamin, jika dibanding September 2013, angka kemiskinan menurun sebanyak 320 ribu orang. Persentasenya pun turun dari 11,46 persen menjadi 11,25 persen.

Faktor pendorongnya adalah harga beberapa komoditas yang terus menurun. Selain itu, ada kenaikan rata-rata upah buruh tani sebesar 4,52 persen di bulan ketiga ini. Sementara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), pemerintah tidak mengubah tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan, pemerintah tidak mengubah tingkat kemiskinan dan pengangguran di dalam APBN-P 2014.

Menurut dia, dalam simulasi mengenai rancangan APBN-P 2014, ternyata pergerakan tingkat pengangguran sama dengan yang diproyeksikan. Kemudian dilakukan simulasi dengan penambahan angkatan kerja baru, antara lain implikasi dari kebijakan pemberian bantuan siswa miskin (BSM). BSM tersebut menyasar kelompok usia muda agar tidak drop out dan terus lanjutkan studinya.

Armida mengatakan, dalam simulasi tercatat ada 1,3 juta penambahan lapangan kerja baru. Kesempatan kerja yang tercipta dari setiap satu persen pertumbuhan ekonomi mencapai 230 ribu jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Dalam APBN 2014, target penurunan kemiskinan menjadi 9,0-10,5 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,7-5,9 persen.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPR Yudi Widiana mengatakan, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah di tahun 2015. Karena itu, dia berharap target angka kemiskinan 2015 perlu dibuat lebih progresif di kisaran delapan persen dan angka pengangguran ditekan di bawah 5 persen.

“Hal ini sangat penting mengingat angka kemiskinan dan mendekati miskin yang tinggi sangat mengkhawatirkan,” kata Yudi, kemarin.

Selain kemiskinan, masalah pengurangan pengangguran juga perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Terkait sasaran pengurangan pengangguran 2015 menjadi 5,5-5,7 persen, dia menilai ke depan dibutuhkan penciptaan lapangan kerja yang lebih tinggi sehingga penganggguran bisa di bawah 5 persen. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya