Berita

foto:net

Hukum

Adhi Karya Bayari Tagihan Hotel Kongres Demokrat

SENIN, 30 JUNI 2014 | 14:25 WIB | LAPORAN:

Bekas Direktur Operasional I PT Adhi Karya, Teuku Bagus M. Noor kembali mengutarakan soal adanya pemberian uang ke bekas Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Teuku Bagus mengaku memberikan uang sekitar Rp 2,2 miliar ke Anas.

Dia mengutarakan itu saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (30/6).

Teuku Bagus mengaku memberikan uang itu lewat tiga orang perantara. Pertama, Rp 500 juta lewat Indrajaya Manopol.


"Indrajaya meminta dari saya, katanya untuk pak Anas," terangnya.

Kedua, Rp 200 juta lewat eks Deputi Kementerian BUMN, Muchayat (sekarang almarhum). Uang tersebut, kata Teuku Bagus, untuk keperluan kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 silam.

"Kemudian terakhir Munadi Herlambang kalau enggak salah ada 3 atau 4 kasbon ada yang 10 juta, ada yang 500 juta, kalau enggak salah jumlahnya Rp 1,5 miliar. Itu yang mereka gunakan. Munadi untuk bayaran beberapa fasilitas terutama hotel untuk kongres di Bandung," terangnya.

Salah seorang Jaksa KPK lalu menanyakan ke Teuku Bagus soal uang yang diberikan 1 Juni 2010 untuk kepentingan Anas di Kongres. Padahal, kongres sendiri dilaksanakan tanggal 19-22 Mei. Saat ditanya apakah uang tersebut untuk tagihan hotel yang belum terbayar, Teuku Bagus tak menampiknya.

"Bisa jadi demikian. Karena duit itu tidak langsung diterimakan semuanya, ada beberapa tahap ada Rp 500 juta dan Rp 500 juta. Waktu itu saya menjanjikan saat menerima saya tidak bisa memenuhi semuanya Rp 1,5 miliar. Namun yang jelas kami bisa realisasikan. Meskipun pengeluaran tidak pas sebelum kongres, tapi kami bisa merealisasikan setelah kongres," terang dia.

"Karena saya katakan saya angsur tidak langsung karena duit itu banyak. Pak munadi gunakan dana lain atau bagaimana saya tidak tahu. Tapi yang jelas Rp 1,5 miliar itu kami serahkan ke Munadi. Menurut pengakuan beliau untuk hotel," sambung dia.[wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya