Berita

tb hasanuddin/net

Ternyata Pengetahuan Prabowo Tak Seperti Diperkirakan Banyak Orang

SELASA, 24 JUNI 2014 | 01:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini banyak orang percaya dan yakin, seorang mantan jenderal memiliki kemampuan terkait dengan masalah-masalah keamanan dan pertahanan sipil. Namun untuk ukuran perwira tinggi, ternyata Prabowo tidak paham pakem-pakem politik luar negeri dan masalah pertahanan.

"Pengetahuan soal ketahanan nasional Prabowo, termasuk soal pertahanan sipil, sangat diragukan," kata Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasannudin, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin malam (23/6).

Pernyataan ini disampaikan TB Hasanuddin terkait dengan debat capres pada Minggu malam (22/6). Dalam debat itu, ungkap TB Hasanuddin, sesungguhnya Prabowo bisa melemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem pertahanan negara yang bisa jadi dapat menyulitkan Jokowi untuk menjawabnya.


"Tapi ternyata Prabowo tidak melakukan itu. Bisa jadi karena memang pengetahuannya memang kurang," ungkap TB Hasanuddin, yang juga politisi PDI Perjuangan.

Untuk ukuran perwira tinggi, lanjut TB Hasanuddin lagi, pakem kebijakan luar negeri sudah diajarkan sejak di akademi mililter. Bahkan, politik luar negri Indonesia yang bebas aktif juga tertera dalam UU 1945 dan UU lainnya.

Karena itu, seharusnya Prabowo menjawab pertanyaan sesuai dengan aturan perundangan-undangan. Namun ternyata lagi, di saat yang sama, pengetahuan Prabowo soal kawasan regional, khususnya terkait di Laut China Selatan, juga terlihat sangat kurang

"Rakyat justru terkejut, ternyata pengetahuan Prabowo tidak sebagaimana diperkirakan banyak orang. Dan Jokowi justru bisa menjelaskan dan menjawab lebih detail dari Prabowo," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya