Keseriusan PKB untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua, Jokowi-JK terus ditunjukkan dengan kegiatan konsolidasi di berbagai titik dan daerah di seluruh Indonesia.
Kali ini giliran Perempuan PKB (PPKB) yang merupakan organisasi underbow PKB menunjukkan kerja kerasnya yang kesekian kalinya dengan menggalang kekuatan perempuan sebagai basis kerja konsolidasi.
"Target kami adalah maksimal 70 persen dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Salah satunya dengan menggalang para kaum ibu, muslimat dan komunitas perempuan dengan kerja dor to dor dan juga menggelar doa bersama dan Istighasah Kubro untuk pemenangan pasangan pak Jokowi-JK," beber Sekretaris Umum DPP PPKB Chusninia Chalim melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/6).
Hal itu disampaikan dia saat berpidato dalam acara Istighosahj Kubro di Lampung, kemarin (Minggu, 22/6). Hadir para kader, simpatisan, kiai kampung dan para ibu nyai se Lampung.
"Kami meyakini Jokowi-JK mampu membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik. Kami mengerahkan semua kekuatan, mulai dari para pengurus, simpatisan, kiai-kiai kampung dan para bu nyai untuk menarik simpati masyarakat agar tak ragu dan bimbanvg mencoblos Jokowi-JK pada 9 juli mendatang," kata pemilik sapaan Nunik itu.
Dia berharap, dengan digelarnya acara doa bersama dan Istighasah Kubro akan terjalin semangat lahir batin antara pada pendukung, baik dari partai, relawan dan semua kekuatan yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik. Acara konsolidasi ini juga dimaksudkan untuk mendoakan pasangan Jokowi-JK agar bisa menang pada Pilpres 9 Juli 2014.
"Sampai saat ini, Jokowi-JK unggul menurut hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei. Ini adalah tanda jika masyarakat merindukan sosok pemimpin yang merakyat seperti Jokowi-JK," katanya optimis.
Selain itu, tambah politisi muda PKB ini, kegiatan ini digelar sekaligus membantah fitnah keji yang dilakukan oleh pihak lawan yang mengatakan bahwa Jokowi adalah nonmuslim.
"Jika selama ini ada isu dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan ini, maka Istighasah adalah media yang tepat untuk menjawab semua fitnah SARA tersebut," pungkasnya.
[wid]