Berita

Politik

Jaga Suara Perempuan, PPKB Gelar Istighosah Kubro dan Gerilya Door to Door

SENIN, 23 JUNI 2014 | 10:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Keseriusan PKB untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua, Jokowi-JK terus ditunjukkan dengan kegiatan konsolidasi di berbagai titik dan daerah di seluruh Indonesia.

Kali ini giliran Perempuan PKB (PPKB) yang merupakan organisasi underbow PKB menunjukkan kerja kerasnya yang kesekian kalinya dengan menggalang kekuatan perempuan sebagai basis kerja konsolidasi.

"Target kami adalah maksimal 70 persen dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Salah satunya dengan  menggalang para kaum ibu, muslimat dan komunitas perempuan dengan kerja dor to dor dan juga menggelar doa bersama dan Istighasah Kubro untuk pemenangan pasangan pak Jokowi-JK," beber Sekretaris Umum DPP PPKB Chusninia Chalim melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/6).


Hal itu disampaikan dia saat berpidato dalam acara Istighosahj Kubro di Lampung, kemarin (Minggu, 22/6). Hadir para kader, simpatisan, kiai kampung dan para ibu nyai se Lampung.

"Kami meyakini Jokowi-JK mampu membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik. Kami mengerahkan semua kekuatan, mulai dari para pengurus, simpatisan, kiai-kiai kampung dan para bu nyai untuk menarik simpati masyarakat agar tak ragu dan bimbanvg mencoblos Jokowi-JK pada 9 juli mendatang," kata pemilik sapaan Nunik itu.

Dia berharap, dengan digelarnya acara doa bersama dan Istighasah Kubro akan terjalin semangat lahir batin antara pada pendukung, baik dari partai, relawan dan semua kekuatan yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik. Acara konsolidasi ini juga dimaksudkan untuk mendoakan pasangan Jokowi-JK agar bisa menang pada Pilpres 9 Juli 2014.

"Sampai saat ini, Jokowi-JK unggul menurut hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei. Ini adalah tanda jika masyarakat merindukan sosok pemimpin yang merakyat seperti Jokowi-JK," katanya optimis.

Selain itu, tambah politisi muda PKB ini, kegiatan ini digelar sekaligus membantah fitnah keji yang dilakukan oleh pihak lawan yang mengatakan bahwa Jokowi adalah nonmuslim.

"Jika selama ini ada isu dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan ini, maka Istighasah adalah media yang tepat untuk menjawab semua fitnah SARA tersebut," pungkasnya.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya