Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Memahami Ruh Konstitusi Kemerdekaan

SENIN, 23 JUNI 2014 | 04:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komitmen calon presiden Joko Widodo untuk mendukung kemerdekaan Palestina sebagai sebuah negara dan diakui secara penuh keanggotaannya di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai sebagai sikap tegas dan pemahamannya atas konstitusi. Jokowi juga dinilai memahami ruh dari konstitusi soal kemerdekaan adalah hak sebuah bangsa.

"Presiden Pertama Indonesia Soekarno begitu tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina saat itu. Jokowi sangat memahami konstitusi dan bagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Apa yang disampaikan Jokowi juga gambaran agar publik bisa melihat bagaimana mungkin dirinya yang akan melanjutkan gagasan politik Tri Sakti Bung Karno tetapi melupakan apa yang menjadi esensi dari sebuah kemerdekaan yang merupakan hak sebuah bangsa," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti di Jakarta, Minggu malam (22/6).

Jadi, menurut Ray, pemahaman sebuah kemerdekaan bagi Jokowi jauh lebih mendalam daripada pemahaman yang didasari pada hubungan berbasis partai, termasuk yang selama ini mengklaim sebagai terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.


"Intinya, soal komitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina tidak ada hubungannya dengan basis partai, apakah ia berbasis nasional atau sebut misalnya Islam," jelasnya.

Jokowi, lanjut Ray, menggambarkan dua hal skaligus, yakni menegakan hak kemerdekaan Palestina tidak dapat ditawar, dan masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan yang harus ditegakan.

Dalam acara debat capres ketiga yang digelar di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu malam, Jokowi menyatakan, ia dan pasangannya, Jusuf Kalla, berkomitmen penuh mendukung kemerdekaan Palestina dan mendukung negara itu masuk dalam keanggotaan penuh di PBB. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya