Berita

Hasto Kristiyanto/net

Politik

Lewat Poros Maritim Dunia, Jokowi Bisa Wujudkan Indonesia Lebih Disegani

SENIN, 23 JUNI 2014 | 02:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komitmen calon presiden Joko Widodo bakal menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, diyakini akan membawa bangsa ini lebih disegani.

Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi sangat memahami bagaimana Indonesia pada periode 1955 hingga 1960-an begitu disegani karena kesetiaannya pada prinsip kemanusiaan, bagaimana menjadikan kemerdekaan Indonesia untuk persaudaraan dunia.

"Kepeloporan kepemimpinan Indonesia itu ruhnya dipahami oleh Joko Widodo, termasuk posisi geostrategis Indonesia. Pemahaman terhadap geopolitik membawa kesadaran bahwa masa depan dunia di Pasifik. Atas dasar hal itulah dengan cerdas Jokowi mengeluarkan doktrin politik luar negerinya: bagaimana Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia," kata Hasto, di Jakarta, Minggu malam (22/6).


Doktrin tersebut menurut dia juga sangat tepat yang menempatkan paradigma baru di laut. Laut sebagai sumber kehidupan dan sebagai identifikasi kejayaan Indonesia sebagaimana dulu jaya pada jaman Majapahit dan menjadi kekuatan militer terbesar di benua selatan katulistiwa pada tahun 1960-an.

"Dengan menjadikan Indonesia sebagai poros laut, maka seluruh alur pelayaran dunia yang melalui jalur strategis di Indonesia, akan dipergunakan sebagai pendekatan diplomasi terkait dengan peran strategis Indonesia," jelas Hasto.

Syaratnya, lanjut dia, seluruh kemampuan sumber daya nasional harus dikerahkan agar berbagai persoalan internal bisa diselesaikan secepatnya. Untuk itu, pencapaian doktrin tersebut, tentu memerlukan revolusi mental manusia-manusia Indonesia, penguasaan teknologi, kepemimpinan yang visioner dan implementatif, serta TNI yang profesional.

"Selamat datang doktrin maritim, justru di laut, kita harus jaya," tandas Hasto. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya