Berita

nusyirwan/net

Program Ekonomi Jokowi-JK Bisa Bikin Dunia Usaha Optimis

SABTU, 21 JUNI 2014 | 08:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di hadapan pelaku dunia usaha, terbukti Joko Widodo mampu memaparkan visi-misi dan program perekonomian yang konkrit dan jelas. Program ekonomi Jokowi juga tidak mengada-ada, sebab rencana kebijakannya bisa diimplementasikan.

"Apalagi Jokowi telah memiliki pengalaman administrasi saat memimpin Solo dan Jakarta," kata politisi PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono, merespons dialog Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama dengan capres-cawapres, beberapa saat lalu (Sabtu, 21/6).

Menurut anggota Komisi V DPR-RI itu, apa yang dipaparkan Jokowi dan Jusuf Kalla, sesuai dengan pengalaman yang sudah dimiliki. Berdasarkan paparannya, duet Jokowi-JK memahami persoalan yang selama ini menjadi kendala utama kemajuan perekonomian Indonesia. Terutama soal rendahnya daya saing produk dalam negeri yang berkaitan problema di sektor infrastruktur, birokrasi dan kemampuan pembiayaan pemerintah


Menurut Nusyirwan, apa yang disampaikan Jokowi soal pentingnta mempermudah birokrasi memang menjadi pemahaman umum. Diperburuk lagi dengan birokrasi di Indonesia yang sangat rumit dan pengambilan keputusan yang sangat lambat.

"Semua itu yang akan diselesaikan oleh Jokowi-JK apabila kelak mendapat kepercayaan rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Sudah pasti dunia usaha sangat optimis dengan pemaparan Jokowi-JK. Apabila  kendala yang ada selama ini dapat diatasi berarti usaha dapat tumbuh maju," lanjut Nusyirwan yang juga merupakan salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan.

Dalam dialog Kadin, Jokowi menyebutkan ada tiga hal penting untuk mendukung pembangunan ekonomi; pembangunan manusia; pembenahan infrastruktur; dan regulasi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya