Berita

basarah/net

Sekjen Alumni GMNI: Mahfud MD Harus Minta Maaf Sebut BK Pelanggar HAM

JUMAT, 20 JUNI 2014 | 14:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Mahfud MD yang mengatakan Bung Karno terlibat pelanggaran hak asasi manusia pada saat berkuasa adalah pernyataan yang serampangan dan tidak mencerminkan sikap negarawan sebagaimana sikap yang harus ditunjukan oleh mantan seorang Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tuduhan Mahfud bahwa Presiden Soekarno terlibat pembantaian umat Islam dan jenderal-jenderal pada saat berkuasa adalah pernyataan fitnah dan menyesatkan," kata Sekjen Presidium Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmad Basarah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (JUmat, 20/6).

Sebagai seorang profesor ilmu hukum, ungkap Basarah, seharusnya Mahfud paham bahwa tuduhan terhadap Presiden Soekarno terlibat dalam peristiwa G 30 S belum pernah dibuktikan secara hukum karena perintah mengadili Presiden Soekarno sebagaimana diamanatkan dalam TAP MPRS 33/1967 tidak pernah dilakukan oleh Jenderal Soeharto sampai Bung Karno meninggal dunia tahun 1970. Dalam kasus tersebut, justru Bung Karno adalah korban pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rejim Seoharto karena meninggal dalam tahanan politik tanpa proses pengadilan sama sekali.


"Kami menuntut Mahfud mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya tentang pelanggaran HAM oleh Presiden Soekarno," tegas Basarah.

Saat meresmikan Kantor MMD Initiative wilayah Barat yang terletak di Provinsi Bengkulu, hari ini (Jumat, 20/6), sebagaimana dilansir media online, Mahfud menuding mantan Presiden Soekarno juga ikut bertanggung jawab dan terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saat ia memerintah. Menurut Mahfud, jika mau buka-bukaan soal pelanggaran HAM, maka Bung Karno dan Soeharto pun bisa kena.

"Mari kita mulai dari tahun 1965. Terjadi pelanggaran HAM besar-besaran ketika ratusan ribu orang yang dituding PKI itu dibantai, dan itu yang bertanggung jawab Pak Harto. Sebelum G-30 S PKI terjadi, ada juga pelanggaran HAM. Umat Islam banyak yang dibantai, jenderal-jenderal banyak yang dibantai, itu yang bertanggung jawab adalah Bung Karno sebagai Presiden," kata Mahfud. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya