Berita

wiranto-prabowo/net

Sepertinya Wiranto Ketar-ketir Bila Prabowo Jadi Presiden

JUMAT, 20 JUNI 2014 | 08:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam Pilpres 2009, Wiranto dan Prabowo sama-sama bersaing dan bertarung.

Wiranto, yang merupakan mantan Panglima ABRI, menjadi cawapres Jusuf Kalla. Sementara Prabowo, yang merupakan mantan Danjen Kopassus, menjadi cawapres Megawati.

Dalam Pilpres 2009 itu, meski sama-sama menjadi pesaing, Wiranto sama sekali tidak pernah menyerang Prabowo dengan persoalan tragedi 1998 maupun dengan persoalan hak asasi manusia (HAM).


Anehnya, dalam Pilpres 2014 ini, ketika Wiranto menjadi pendukung Jokowi, dan Prabowo maju sebagai capres, Wiranto mendaur ulang persoalan lama dengan memberi pernyataan soal Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Pernyataan Wiranto inilah yang membuat heran Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Padahal juga, Prabowo sudah dinyatakan lolos persyaratan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan itu artinya tidak ada lagi persoalan.

"Mestinya, bila ingin menjegal Pak Prabowo agar tidak memenangkan Pipres 9 Juli yang akan datang, lakukan sebelum KPU memutuskannya. Kalau sekarang, isu soal pemecatan dan HAM, menurut saya, itu namanya pembunuhan karakter Pak Prabowo," ungkap Lalu Mara kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 20/6).

Lalu Mara pun curiga. Sepertinya para jenderal purnawirawan yang mendukung Capres Jokowi ketar-ketir bila Prabowo jadi Presiden.

"Ketar-ketir kenapa? Ini harus dianalisanya jawabannya. Sebab seharusnya, para jenderal itu, termasuk Pak Wiranto, bangga punya junior maju sebagai capres," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya