Berita

lalu mara/net

Golkar: Kenapa Jokowi Tidak Bikin Kartu Kredit Saja Sekalian

RABU, 18 JUNI 2014 | 08:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kartu "ajaib" seakan-akan menjadi modal utama Jokowi dalam membangun Indonesia. Dalam berbagai kesempatan misalnya Jokowi selalu mengampanyekan soal Kartu Indonesia Pintar dan kartu Indonesia Sehat.

Dalam hal ini, Jokowi terlihat menggampangkan persoalan. Jokowi misalnya tidak menyebut darimana saja anggaran untuk pembiayaan dua kartu itu.

Karena itu, dengan sedikit menyindir, Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, mengatakan, kenapa tidak sekalian saja dibuat kartu kredit. Bisa dipastikan, bila seluruh rakyat diberikan kartu kredit dengan limit rupiah tertentu, maka tidak akan ada sekolah atau rumah sakit yang akan menolak.


"Gampang, kalau mau ngegampangin, tinggal suruh seluruh bank BUMN untuk membuat kartu kredit kepada rakyat Indonesia yang terdaftar sebagai peserta BPJS, yaitu sekitar 80 juta orang. Sumber uang BUMN-nya dari mana, gampang itu," sindir Lalu Mara, sebagaimana disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/6).

Kartu kredit ini, ungkap Lalu Mara, tinggal diberikan saja pada rakyat, dan khusus digunakan untuk rumah sakit dan lembaga pendidikan. Dengan kartu ini maka sipastikan semua pihak diuntungkan. Pihak bank BUMN akan diuntungkan dari iuran kartu per tahun. Pihak rumah sakit diuntungkan karena tidak ada tunggakan, dan masyarakat diuntungkan juga karena dilayani dengan baik.

"Ini sama dengan menaikkan derajat masyarakat tidak mampu yang terdaftar di BPJS. Orang punya kartu kredit kan tenang jadinya. Ketimbang bagi kartu ini dan itu, tapi masih ada penolakan, kan lebih baik dibagikan saja kartu kredit. Soal uangnya dari mana kan, itu gampang dicarikan," ungkap Lalu Mara. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya