Berita

syahganda/net

Syahganda: Prabowo Terbukti Mau Bangun Kedaulatan Pangan

SELASA, 17 JUNI 2014 | 06:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rencana Prabowo Subianto membangun dua juta hektar sawah baru merupakan program bermartabat bagi rakyat sekaligus sangat realistis untuk dijalankan ke depan. Selain bisa langsung menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, program tersebut berpotensi memberikan efek pengganda untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta terkait upaya mengembangkan kesejahteraan hidup rakyat di kalangan petani.

"Kuncinya nanti terletak pada kebijakan pemerintah yang tidak hanya cukup dalam bentuk regulasi semata-mata, tetapi memerlukan konsistensi keberpihakan terus-menerus kepada rakyat yang tergolong petani," ujar Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) di Jakarta, Senin malam (16/6).

Menurutnya, gagasan mencetak 2 juta hektar sawah memang menjadi salah satu program unggulan dwitunggal Prabowo-Hatta dan merupakan langkah terobosan menuju kedaulatan pangan di tanah air. Hal itu tak lepas dari fakta, terdapat sekitar 60 persen rakyat Indonesia yang bekerja dan
menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

"Meski mayoritas, toh, petani kita seperti ditakdirkan hidup sebagai warga negara kelas dua atau bahkan terpinggirkan," tegasnya.

Ditambahkan, hal itu terjadi karena sumber kehidupan para petani kurang diperhatikan, termasuk akses pada modal usaha yang selama ini kerap dinomorduakan. Sementara itu, kucuran kredit untuk sektor pertanian tidak semenarik di sektor konsumsi dan properti yang begitu diagungkan pelayanannya oleh perbankan.

"Data Bank Indonesia menyebutkan, kredit untuk sektor pertanian tak lebih 10 persen dari total kredit yang disalurkan. Banyak bank menghindar mengucurkan kredit ke sektor pertanian dengan alasan penuh risiko," jelas Syahganda.

Sedangkan dalam agenda Prabowo, katanya, untuk mencapai kedaulatan pangan nasional, produksi pangan utama Indonesia harus mampu tumbuh signifikan atau jauh lebih besar dari tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun, dan melebihi pula tingkat kenaikan permintaan dunia berikut tingkat kenaikan pendapatan penduduk per kapita atau pertumbuhan ekonomi nasional.

Karenanya, program Prabowo dalam soal mengangkat harkat kaum tani, kemudian mendasarkan produksi beras nasional bisa digenjot dengan mencetak dua juta hektar sawah baru dalam lima tahun. Selain dengan cara menambah alokasi APBN untuk sektor pertanian, yang saat ini baru di kisaran 2 persen, dana belasan triliun yang dikucurkan bank-bank nasional untuk membangun apartemen harus bisa dialihkan untuk mencetak sawah. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya