Berita

jokowi/net

Politik

Giliran Pengusaha Warteg yang Salurkan Dukungan untuk Jokowi-JK

SENIN, 16 JUNI 2014 | 00:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para pengusaha warung tegal memiliki harapan yang besar terharap Jokowi-JK untuk mengembangkan bahan pangan lokal. Menyambung harapan mereka, Relawan Blusukan (Bulak Sumur Untuk Jokowi-JK) pun memfasilitasi para pengusaha Warteg untuk mengutarakan dukungannya di Bundaran HI, setelah sebelumnya memfasilitasi paguyuban jamu gendong.

"Kita disini ngomong kedaulatan pangan, bahwa untuk tempe saja harus impor. Kita ingin pemerintahan Jokowi agar pangan kedelai lokal ditingkatkan. Kita ingin memotong cutter importir, dengan kedelai dan pangan lainnya dari lokal," kata Koordinator Relawan Blusukan, Haryadi, Minggu malam (15/7).

Ia pun yakin, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, para petani akan bisa makmur dan dapat meningkatkan bahan pangan Indonesia. Ia percaya Jokowi bisa memberdayakan sektor pertanian agar meningkatkan kualitas pangan.


Di Bundaran HI, Minggu (15/6), Profesor Andreas Santosa selaku pengamat bahan pangan Indonesia mengatakan, jika kehidupan para petani Indonesia dari tahun ke tahun tidak pernah meningkat.

"Bayangkan saja, untuk beras saja 483 persen impor, daging sapi 353 persen impor, kedelai 150 persen impor, itu dalam kurun waktu 10 tahun. Ya kami harapan Jokowi-JK mengangkat kejayaan petani," tambahnya.

Sementara itu, Nurul Cahaya Hakim selaku pengusaha Warteg yang hadir sejak subuh di Bundaran HI berharap, agar Jokowi-JK bisa mengendalikan harga sembako yang sampai saat ini tidak tentu arah harga jualnya.

"Warteg itu tempat makan sederhana, menggambarkan sosok kesederhanaan Jokowi. Jadi kita berharap kepada Jokowi nanti agar bisa mengendalikan harga sembako demi kelangsungan hidup para pengusaha Warteg di Indonesia ini," kata Cahaya, yang juga mengajak keluarganya untuk menyerukan dukungan kepada Jokowi di Bundaran HI. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya