. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus segera mengusut serta memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pertemuan antara Tim Sukses Jokowi-JK dengan beberapa perwira Polri. Sehingga polemik yang muncul akibat pertemuan itu bisa
disudahi agar tidak terus menerus merugikan institusi kepolisian.
"Polemik yang muncul akibat pertemuan itu sudah sangat memojokkan Polri dan mengganggu netralitas Polri di Pilpres 2014," kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 13/6).
Menurut Neta, berkembangnya polemik itu tak terlepas dari tiga hal. Pertama, masyarakat masih trauma dgn peristiwa Pemilu 2014 dimana sejumlah jenderal aktif Polri berpihak ke PDIP dan para jenderal senior yang sudah pensiun itu kini aktif menjadi Timses Jokowi-JK.
Menurut Neta, berkembangnya polemik itu tak terlepas dari tiga hal. Pertama, masyarakat masih trauma dgn peristiwa Pemilu 2014 dimana sejumlah jenderal aktif Polri berpihak ke PDIP dan para jenderal senior yang sudah pensiun itu kini aktif menjadi Timses Jokowi-JK.
Kedua, lanjut Neta, Komjen Budi Gunawan yang hadir dalam pertemuan di salah satu restoran di kawasan Menteng pada Sabtu malam lalu itu adalah mantan ajudan Presiden Megawati sehingga dikhawatirkan terjadi pemihakan.
"Ketiga, Polri sedang dicengkram kekhawatiran karena beredar kabar bahwa pemerintahan baru akan menempatkan Polri di bawah Depdagri," ungkap Neta.