Berita

ilustrasi/net

Elit PKS Disarankan Perbaiki Kondisi Internal yang Rapuh

KAMIS, 12 JUNI 2014 | 15:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Alangkah lebih baik bila elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperbaiki kondisi internal daripada terus menerus menyerang Jokowi-JK. Apalagi hasil pemilihan legislatif lalu membuktikan bahwa tingkat elektabilitas PKS menurun.

"Selama ini mereka tak bagus di mata publik. Mereka seharusnya berada dalam proses konsolidasi internal setelah tekanan bertubi-bertubi akibat banyaknya kendala PKS ini," kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati, beberapa saat lalu (Kamis, 12/6).

Elite PKS begitu aktif menjelek-jelekkan Jokowi-JK. Satu diantaranya adalah Fahri Hamzah yang menyerang, dari mulai soal IQ hingga ayam aduan. Sementara di sisi lain ada elit PKS, Luthfie Hasan Ishaaq, yang sudah divonis bersalah dalam kasus suap impor daging sapi.  


Mada sendiri memprediksi PKS akan kesulitan dalam usaha mengusung Prabowo-Hatta. Keberadaan elite PKS di tim pasangan itu bisa dilihat lebih sebagai usaha memastikan para pemilih loyal PKS tetap mendukung Prabowo-Hatta.

"Menurut saya kalau dukungan PKS ke Prabowo itu sebatas mengamankan basis massa solid PKS saja, tapi tidak dimaksudkan untuk bisa memobilisir suara di luar pendukung PKS. Sebabnya karena kondisi PKS terbatas itu tadi. Ada berbagai kasus yang menyentuh dimensi moral yang kelihatan di hasil pileg kemarin," katanya.

Itupun sebenarnya masih agak sulit dilakukan. Sebab menurut Mada, di internal PKS sendiri terasa ada ketidakyakinan akan figur Prabowo-Hatta bisa mengalahkan Jokowi-JK. Hal itu seperti ditunjukkan oleh berbagai lembaga survei kredibel belakangan ini. [ysa]

Populer

UPDATE

Selengkapnya