Berita

RMOL

Aktivis 98 Pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Bertemu untuk Suarakan Persatuan

KAMIS, 12 JUNI 2014 | 06:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 9 Juli mendatang, masyarakat seakan-akan sudah terbelah menjadi dua kelompok besar.
 
Keduanya berdiri di antara capres-cawapres yang dijagokan masing-masing. Kedua belah pihak pun memuji capres-cawapres pujaannya, sambil menyudutkan capres-cawapres yang lain. Keduanya punya argumentasi yang sama-sama diyakini sebagai dalil yang paling benar.

Bukan hanya kalangan menengah terdidik yang terbelah. Berbagai kelompok sosial dan profesi juga ikut terbelah. Bahkan jenderal yang harusnya menjaga keutuhan NKRI, juga ikut terbagi dua.


Pilpres kali ini juga membelah masyarakat kelas bawah yang selama ini menjadi komoditas politik. Hingga ada berita, dua tukang becak sampai berkelahi karena berdebat mengenai calon presiden mereka.

Hal ini yang membuat prihatin para aktivis 98. Atas dasar keprihatinan itulah, aktivis ini, yang sudah aktif di dunia politik, menggeluti dunia profesional, hingga yang berjuang di kampus-kampus sebagai akademisi, mau urun rembug bersama. Dulu mereka adalah aktivis Famred, Forkot, FKSMJ, FREM98, FKMB98, Forbes, Karat dan lain-lainnya.

Aktivis ini, kata salah satu penggagas urun rembug, Bernard Haloho, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 12/6), baik yang secara sadar sudah mendukung Prabowo-Hatta, atau Jokowi JK, atau belum menentukan pilihan, akan berkumpul bersama siang ini.

Dalam pertemuan tersebut, kata Bernard, para aktivis itu mau menyerukan pesan kepada tokoh-tokoh politik, timses masing masing pasangan, maupun masyarakat umum untuk menolak segala bentuk kampanye hitam, diskriminatif, provokasi maupun kekerasan dalam pesta demokrasi ini. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya