Berita

net

Pertahanan

Jokowi: Empat Masalah Besar Kelautan Harus Diselesaikan Presiden Mendatang

RABU, 11 JUNI 2014 | 16:28 WIB | LAPORAN:

Restorasi Maritim Indonesia adalah pekerjaan besar menanti semua pemimpin Indonesia kelak.

"Ya, restorasi ini bukan bagi saya saja, tapi semua pemimpin Indonesia," ujar calon presiden nomor 2, Joko Widodo, usai pemaparan di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (11/6).

Dalam pidatonya, mantan Walikota Solo itu memaparkan empat poin yang jadi masalah besar dan harus segera diselesaikan dalam bidang kelautan. Yaitu masalah pasar gelap, illegal fishing, minimnya ekspansi budi daya laut dan padat karya sektor maritim.


Menurut Jokowi, dengan empat masalah besar tersebut, Indonesia mengalami kerugian yang sangat besar setiap tahun yang mencapai Rp 300 triliun. Hal tersebut yang akan menjadi "PR" bagi pemimpin Indonesia.

"Untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak berlangsung terus menerus, hal yang harus dilakukan yakni penambahan kapal patroli serta memperkuat pengamanan laut dan harus dilakukan secara benar," terang Jokowi.

Jokowi memiliki beberapa solusi untuk meminimalisir terjadinya kecurangan-kecurangan di bidang kelautan dan perikanan, yaitu dengan pengadaan pesawat tanpa awak dengan tujuan  pertahanan di tiga titik di Indonesia.

Jokowi juga akan siapkan jalur Tol Laut untuk membantu penyamarataan atau menstabilkan harga-harga bahan pokok di seluruh penjuru Indonesia. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya