Berita

gerindra/net

Gerindra Dorong Polisi untuk Usut Dugaan Bocornya Soal Debat Capres-Cawapres

RABU, 11 JUNI 2014 | 11:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Demokrasi Indonesia hancur sudah bila memang isu di sementara media yang menyebutkan patut diduga ada kebocoran soal dalam debat capres-cawapres untuk pasangan Jokowi-JK terbukti benar.

"Kalau itu benar terjadi, rakyat dibohongi dengan acara debat itu," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Asrian Mirza, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 11/6).

Asrian mendorong polisi untuk menyelidiki hal ini agar rakyat yakin bahwa demokrasi di Republik ini berjalan dengan Jurdil. Asrian juga berharap tidak ada lagi kecurangan dalam debat capres-cawapres yang akan datang.


"Jurdil itulah hakekat demokrasi. Pak Prabowo selalu menekankan pada kami, jadilah satria yang jujur. Walaupun kita dicurangi. Maka dari itu, kami tidak mungkin akan melakukan hal hal yang bertentangan dengan hakekat demokrasi itu," ungkap Asrian.

Dugaan bocornya soal debat ini, sempat diungkap Presidium Jaringan Muda Nusantara (JMN). Muhlis Ali. Dugaan pun kian menguat karena Hadar Gumay, salah seorang komisioner KPU, sempat bersua dengan tim sukes Jokowi-JK Trimedya Panjaitan di salah satu rumah makan di kawasan Menteng. Hadar Gumay sendiri memastikan pertemuan itu tidak sengaja.

Hadar menjelaskan, saat itu dia baru kembali dari acara penutupan bimbingan teknis seluruh Indonesia di Kemayoran. Karena lapar, dia ingin beli makanan.

"Saya lewat menteng dan yang saya ingat buka sampai malam itu adalah Sate House Senayan Menteng, ya pergilah ke situ. Seperti biasa saya menunggu makanan. Setelah menunggu makanan, saya jalan keluar. Memang saat jalan keluar saya melihat ada Trimedya dan beberapa orang duduk ditempatnya agak jauh dari saya," ungkapnya.

Melihat mereka, mantan peneliti Cetro ini menjelaskan, dirinya tidak mau mendekati karena tidak ada kepentingan. Dia sudah sudah pura-pura tidak lihat, tapi tiba-tiba Trimedya memanggil.

"Tentu kalau ada orang yang saya kenal memanggil, saya harus jawab. Dan 'hei' kata Pak Trimedya, 'apa kabar Mas'. Ia manggilnya mas kan. Kita datang kesana, tidak sampai satu menit. Hanya gimana kabar, mas gimana kabar, itu saja, selesai," tambahnya lagi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya