Berita

denny ja/net

Denny JA: Kubu Prabowo Harus Pandai Kelola Isu

RABU, 11 JUNI 2014 | 09:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keahlian bagi setiap kubu dalam mengelola satu isu akan menentukan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia berikutnya.

Di sisi ini, kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, kubu Prabowo harus menemukan cara merespon beredarnya dokumen pemberhentian Prabowo. Cara dan respons ini harus dipercaya publik bahwa Prabowo tak bersalah, sehingga peluang Prabowo-Hatta untuk memang masih terbuka lebar.

Menurut Denny JA,  kasus bocornya dokumen pemberhentian Prabowo dan heboh di seputarnya, potensial menghentikan laju dukungan pemilih untuk Prabowo. Dengan merebaknya kasus itu, dukungan Prabowo yang tadinya terus menaik, cenderung stagnan bahkan menurun.


Kata Denny JA, ada tiga alasan mengapa kasus bocornya dokumen itu potensial menurunkan atau membuat dukungan Prabowo akan stagnan. Pertama, kasus penculikan di mata pemilih adalah skandal maha besar, yang efek merusaknya bahkan lebih besar dari korupsi. Jika isu penculikan itu menyebar dan diyakini pemilih, isu itu segera bisa mengubah dukungan dari pro menjadi netral bahkan kontra.

"Isu korupsi Nazarudin saja, karena terus dipublikasi, bisa menurunkan demokrat dari rangking 1 di 2009 menjadi rangking empat di 2014. Isu penculikan itu nyaris menghilang sebenarnya. Namun bocornya dokumen pemberhentian itu justru menambah bobot seriusnya kasus itu. Isu penculikan yang tadinya lebih banyak rumor kini terbuka dengan data dan saksi yang lebih sahih karena dokumen itu," kata Denny JA, melalui akun twitternya, DennyJA_WORLD, pagi ini (Rabu, 11/6).

Alasan kedua, lanjut Denny JA, isu penculikan itu menjadi lebih kuat karena hadirnya "juru bicara" yang berbobot. Mereka menjadi juru kunci kasus. Dua "juru bicara" yang nyaring adalah Agum Gumelar dan Fahrul Rozi, yang merupakan "atasan' Prabowo. Mereka berdua adalah anggota Dewan Kehormatan yang ikut menjatuhkan keputusan untuk memberhentikan Prabowo, dan saat ini, mereka berdua berbicara lugas tanpa beban, serta mengesankan untuk kepentingan publik luas.

"Dalam bahasa Agum, ia harus menyatakan kisah itu dan tak boleh bohong. Jika Prabowo tetap terpilih, itu adalah hal rakyat. Namun kejujuran Agum Gumelar justru menimbulkan perhatian publik yang lebih dalam mengenai kasus penculikan," ungkap Denny JA.

Ketiga, lanjut Denny JA, hadirnya media yang bersemangat menceritakan kasus dokumen dan penculikan itu. Media ini yang membuat kasus ini melambung. Misalnya, Media Indonesia dan Jakarta Post yang memuat masalah ini menjadi headline. Berita yabg sama diulang-ulang di Metro TV.

"Berita ini segera dan langsung dilahap di sosial media, dengan aneka bumbu, joke, yang khas social media. Isu dokumen dan penculikan ini potensial bertahan lama di media karena ada sisi drama yang menarik publik luas. Ada pro kontra di sana, mengenai keraguan Agum Gumelar atas pengakuan Prabowo bahwa ia melakukannya karena disuruh Pak Harto," ungkap Denny JA.

Menurut Denny, drama semakin seru karena keluarga korban yang hilang juga ikut berbicara. Wahyu Susilo adiknya Tukul penyair yang hilang juga aktif bicara. Sementara aneka LSM, media dan aktivis yang concern dengan isu hak asasi tak tinggal diam. Isu pun semakin hot karena nyambung dengan debat capres lalu. Sementara pertanyaan JK pada Prabowo soal hak asasi, dalam debat capres diminta Prabowo untuk ditanyakan langsung kepada atasan Prabowo.

"Kubu Prabowo harus merespon kasus bocornya dokumen pemberhentian dan kasus penculikan itu dgn ekstra hati-hati. Mereka harus menyiapkan jawaban yang matang, terukur, dan bisa diterima pemilih. Jawaban kubu Prabowo yg emosinal, apalagi jika terkesan tidak sesuai dgn fakta, justru akan menambah efek kerusakannya," demikian Denny JA. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya