Berita

jusuf kalla/net

DEBAT CAPRES-CAWAPRES

JK Pun Kesulitan Menutupi Terus Kelemahan Jokowi

RABU, 11 JUNI 2014 | 07:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila segmen pertama dalam debat perdana capres-cawapres dimenangkan Prabowo-Hatta, sementara di segmen kedua posisi Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK seri, maka di segmen ketiga kembali dimenangkan Prabowo-Hatta.

Demikian analisa Nandang Solihin, yang merupakan mantan pengurus Ikatan Alumni ITB 2007-2012. Menurut Nandang, di segmen tiga itu, Prabowo menyampaikan adagium bagus bahwa leadership harus ditunjukan seorang presiden. Sementara permisif yang dikatakan secara tegas oleh Hatta menjawab kehawatiran transaksi dan pembagian jatah jabatan.

"Demokrasi murah jawaban Hatta adalah pamungkas jawaban pertanyaan," kata Nandang dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 11/6).


Sementara itu, ungkap Nandang,  Jawaban Jokowi soal mengubah tugas parpol kurang tepat. Sebab tugas presiden itu bukan mengurus parpol, dan apalagi Jokowi juga bukan ketua umum partai. Sementara omongan Jokowi soal rekening itu terlalu mikro.

"Dana itu untuk kampanye, ini pertanyaan soal negara. "JK agak belibet di sègmen ini, soal ikhlas itu betul tapi ini urusan negara," ungkap Nandang.

Di pertanyaan kedua masih di segmen ketiga, lanjut Nandang, Jokowi malah menjawab lagi-lagi soal mikro dan teknis tentang cerita lurah di Menteng. Padahal pertanyaan adalah masalah hukum. Maka pertanyaan dan jawaban menjadi tidak nyambung. Dan di sisi ini, JK sudah kesulitan menutup terus kelemahan Jokowi.

"PS menjawab tepat pertanyaan soal kerangka hukum dengan inti pendidikan dan keteladanan. Keragaman sebagai anugrah Allah melengkapi jawaban PS dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul. Jawaban Hatta mantap terus. Di segmen ini, jawaban Hatta memenangkan segmen ini," demikian Nandang. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya